Eni Beberkan Peran Airlangga di Suap PLTU Riau-I

Juven Martua Sitompul 26 September 2018 10:57 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Eni Beberkan Peran Airlangga di Suap PLTU Riau-I
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih (EMS) - Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih (EMS) kembali dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I untuk tersangka Idrus Marham. 

"Eni Maulani Saragih diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IM (mantan Menteri Sosial Idrus Marham)," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 26 September 2018.

Kepada awak media, Eni memastikan bakal konsisten menjelaskan semua ihwal suap proyek PLTU Riau-I ke penyidik. Termasuk, perintah partai Golkar agar mengawal proyek bernilai USD900 juta itu hingga tuntas.


"Sebenarnya saya menceritakan kronologis dari awal saya ditugasi partai untuk mengawal PLTU Riau ini sampai saya ada di sini," kata Eni.

Eni lagi-lagi menegaskan pihak yang memberikan instruksi untuk mengawal proyek ini Setya Novanto. Saat itu, Novanto menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

"Iya karena saya petugas partai atasan saya yang memberikan tugas kepada saya," ucap dia. 

Tak hanya itu, Eni melalui kuasa hukumnya Fadli Nasution mengungkap ada peran Airlangga Hartarto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto karena terseret kasus dugaan korupsi KTP-el.

(Baca juga: KPK Meyakini Golkar Kecipratan Duit Suap PLTU Riau-I)

Menurut Fadli, setelah menjadi Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menggantikan posisi Setya Novanto untuk mengatur proses pembahasan proyek tersebut. Bahkan, Airlangga disebut menggelar pertemuan dengan para tersangka di rumahnya.

"Bagaimana isi pertemuannya sudah disampaikan Ibu Eni kepada penyidik dalam BAP, jadi masuk materi penyidikan," kata Fadli.

Eni Maulani Saragih kerap mengungkap hal-hal baru terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-I. Salah satunya, soal perintah dari partai khususnya para elite Golkar agar mengawal proyek itu. 

Dia juga mengungkap lebih detail kucuran dana suap PLTU Riau-I yang diterimanya dari bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK). Eni menyebut dana suap itu mengalir ke acara Munaslub Partai Golkar, yang mengukuhkan Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar.

(Baca juga: Airlangga Enggan Berandai-andai soal Kasus PLTU Riau-1)

Tak hanya itu, Eni mengungkap adanya sejumlah pertemuan antara dirinya bersama Johannes dengan mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan Dirut PLN Sofyan Basir. Tujuannya, untuk meloloskan Blackgold sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu yakni Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan teranyar mantan Menteri Sosial Idrus Marham.






(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id