Anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI Perjuangan, Izedrik Emir Moeis. Foto: MI/Susanto
Anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI Perjuangan, Izedrik Emir Moeis. Foto: MI/Susanto

Emir Moeis Kembali Ajukan PK Terkait Kasus PLTU Tarahan

Nasional KPK narapidana BUMN kasus korupsi Penegakan Hukum
Candra Yuri Nuralam • 28 September 2021 14:08
Jakarta: Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda, Izedrik Emir Moeis, mengajukan peninjauan kembali (PK) terkait kasus korupsi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan, Lampung. Emir sempat divonis tiga tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan atas kasus tersebut.
 
Pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan sidang PK mantan narapidana korupsi itu dimulai Selasa, 28 September 2021. Agenda sidang perdana ini, yakni pembacaan permohonan PK.
 
"Sidang PK yang diajukan Izedrik Emir Moeis digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Ali melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KPK Meminta Polemik TWK Disetop
 
Menurut dia, Lembaga Antikorupsi siap meladeni kembali langkah hukum anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI Perjuangan itu. KPK yakin kembali menang dalam permohonan PK kedua Emir tersebut.
 
"Dari permohonan yang kami terima, dalil pemohon PK dimaksud tidak ada hal baru. Hanyalah pengulangan dari pembelaannya saat sidang pada tingkat pertama," ujar Ali.
 
Lembaga Antikorupsi berharap majelis PK konsisten dengan putusannya terhadap kasus PLTU Tarahan. Pasalnya, semua upaya hukum dari komisaris badan usaha milik negara (BUMN) itu sudah ditolak.
 
"Kami berharap majelis hakim PK di Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan tersebut," tutur Ali.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif