Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Kapolda Metro Tak Ambil Pusing Soal Kondisi Rizieq

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 protokol kesehatan Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 27 November 2020 17:08
Jakarta: Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab disebut sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Bogor, Jawa Barat. Rizieq dirawat usai menggelar sejumlah kegiatan yang menimbulkan kerumunan di beberapa wilayah.
 
Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran tak ambil pusing soal kabar Rizieq dirawat. Kondisi Rizieq dipatikan tak mengganggu proses hukum terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang tengah berjalan.
 
"(Soal Rizieq dirawat) kita positif thinking saja," kata Fadil saat dikonfirmasi, Jumat, 27 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Fadil sempat menyinggung kegiatan yang diselenggarakan oleh Rizieq. Sebab, kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa itu membuat ratusan masyarakat terjangkit covid-19.
 
Dia menyebut ada 197 warga Tebet, Jakarta Selatan, terkonfirmasi positif covid-19 usai mengikuti Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 13 November 2020. Kemudian, ada 30 warga Petamburan, Jakarta Pusat, terjangkit covid-19 usai menghadiri akad nikah anak Rizieq pada Sabtu, 14 November 2020.
 
Baca: Polisi Hati-hati Tetapkan Tersangka Kerumunan di Petamburan
 
Fadil mengutuk keras kegiatan yang mengancam keselamatan masyarakat. Dia tidak segan-segan akan membubarkan kerumunan yang terjadi. Fadil pun meminta dukungan para ulama dalam pembubaran kegiatan keagamaan.
 
Polisi tengah menangani kasus pelanggaran protokol kesehatan atas akad nikah anak Rizieq yang diselenggarakan di Petamburan, Jakarta Pusat. Kasus itu telah naik ke penyidikan karena ditemukan unsur pidana.
 
Polisi tengah menyusun rencana penyidikan untuk menetapkan tersangka. Salah satunya, dengan mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi. Mengacu Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, tersangka terancam denda Rp100 juta atau pidana kurungan selama satu tahun.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif