Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Menantu Nurhadi Disebut Mencatut Kakak Ipar Buat Beli Lahan Sawit

Nasional gratifikasi Kasus Suap Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 25 November 2020 20:24
Jakarta: Menantu eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rezky Herbiyono, disebut mencatut nama kakak iparnya, Yoga Dwi Hartiar. Nama Yoga dicatut untuk membuat sertifikat lahan sawit di Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara.
 
Yoga baru mengetahui pencatutan itu ketika Rezky meminjam KTP miliknya. Yoga awalnya tak menaruh curiga karena masih hubungan keluarga.
 
"Saya juga tanya ke Rezky waktu itu, buat apa? (Jawabannya) 'Enggak buat ini saja, biar enggak banyak-banyak namaku', dia bilang cuma gitu," kata Yoga saat diperiksa sebagai saksi untuk Nurhadi dan Rezky di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 25 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yoga menjelaskan Rezky mengaku pinjam KTP itu agar namanya tidak banyak tercatat dalam aset kekayaan. Yoga juga awalnya tidak mengetahui persis lokasi lahan sawit yang dimaksud.
 
Tetapi, dia sempat berkunjung ke lahan sawit tersebut pada 2015. Menurut Yoga, detail luas lahan sawit itu juga tidak diketahui.
 
Saat tahapan penyidikan, KPK menyita kebun sawit terkait kasus Nurhadi di Desa Padang Bulu Lama, Kecamatan Barumun Selatan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara. Luas lahan 530,8 hektare dan 33 ribu meter persegi.
 
Baca: Pelarian Nurhadi Diduga Dibantu Saudara Dekat
 
Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp83 miliar. Dalam perkara suap, keduanya didakwa menerima Rp45,7 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto. Sementara itu, nilai gratifikasi untuk keduanya mencapai Rp37,2 miliar.
 
Uang haram tersebut hasil urus tujuh perkara. Nurhadi dan Rezky diduga 'dagang' perkara dari pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung (MA).
 
Dalam perkara suap, Nurhadi dan Rezky didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Sedangkan dalam perkara gratifikasi, keduanya didakwa melanggar Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif