Sohibul Iman Optimis Aduan Fahri tak Berlanjut
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (tengah), kuasa hukum Indra (kanan) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Mustafa Kamall (kiri) - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman telah selesai diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Ia dicecar 11 pertanyaan.

Sohibul optimis kasus yang membelitnya tidak akan berlanjut. Ia meyakini, kasus yang dilaporkan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pada 8 Maret 2018 dan dibatalkan tak bisa lagi berlanjut.

"Ini adalah delik aduan, pelapor membatalkan laporannya 14 Mei lalu. Saya baca dari buku hukum serta yurisprudensi yang ada sebuah delik aduan, kasus yang sudah dicabut itu tidak bisa dilanjutkan," kata Sohibul setelah keluar dari ruang penyidik, di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 23 Oktober 2018.


Baca: Sohibul Iman Memenuhi Panggilan Polisi

Sohibul diperiksa penyidik selama kurang lebih dua jam. Ia mengaku seluruh pertangaan dijawab dengan baik.

"Semuanya sudah saya jawab sesuai dengan fakta-fakta yang sebenarnya. Juga termasuk laporan yang sudah dibatalkan, saya sampaikan kepada penyidik. Penyidik Insyaallah akan mempertimbangkan ini," ungkap dia.

Kuasa Hukum Sohibul Iman, Indra mengatakan pelaporan yang dilayangkan Fahri Hamzah terhadap kliennya tidak berdasar. Pernyataan yang diucapkan oleh Sohibul di stasiun televisi swasta CNN pada beberapa waktu lalu diyakininya bukan fitnah. "Tidak ada unsur pencemaran nama baik di sana (pernyataan Sohibul)," kata Indra.

Lebih lanjut, ia mengaku menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik saat pemeriksaan. Bukti-bukti itu sama dengan bukti yang sebelumnya diajukan. "Ada 49 screenshoot percakapan. Ada enam video. Ada tiga berkas dokumen yang kita sampaikan ke penyidik," ucap dia.

Indra optimis polisi akan menghentikan kasus yang dilaporkan Fahri. Ia yakin polri tidak akan melabrak asas hukum pidana (KUHP) dan KUHAP yang berlaku di negeri ini. "Maka optimisme kami, mungkin dalam waktu dekat kasus ini akan dihentikan Insyaallah," pungkas Indra.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id