KPK menetapkan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud dan lima orang lain sebagai tersangka suap. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
KPK menetapkan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud dan lima orang lain sebagai tersangka suap. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

KPK Belum Temukan Kaitan Suap Bupati Penajam Paser Utara dengan Proyek IKN

Nasional KPK Kasus Suap Ibu Kota Baru OTT Penajam Paser Utara Bupati Penajam Paser Utara
Candra Yuri Nuralam • 14 Januari 2022 05:33
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan. KPK belum menemukan bukti suap berkaitan dengan proyek Ibu Kota Negara (IKN).
 
"Termasuk apakah pembangunan untuk menyangga IKN, tadi juga belum terlihat di dalam ekspose untuk menetapkan atau menaikkan kasus ini ke penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Januari 2022.
 
Alex mengatakan KPK bakal fokus mendalami kasus suap yang dilakukan Abdul. KPK tidak segan melakukan penindakan bila kasus berkaitan dengan proyek IKN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak tertutup kemungkinan ada pengembangan pada saat penyidikan," ujar Alex.
 
Alex menyebut Abdul korupsi dari tiga proyek yang tengah berlangsung di Penajam Paser Utara. Yakni proyek multiyears peningkatan jalan Sotek dengan anggaran Rp112 miliar, proyek bukit subur dengan nilai Rp58 miliar, dan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai Rp9,9 miliar.
 
Alex menyebut dari tiga proyek itu, Abdul diduga memerintahkan Plt Sekda Penajam Paser Utara Muliadi, Kepala Dinas PUTR Penajam Paser Utara Edi Hasmoro, dan Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Penajam Paser Utara Jusman mengumpulkan sejumlah uang dari rekanan.
 
Baca: Kronologi Penangkapan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur
 
Abdul juga diduga menerima uang dari penerbitan beberapa izin hak guna usaha lahan sawit pemecah batu di Penajam Paser Utara. Namun, Alex tidak memerinci total uang suap dalam kasus ini.
 
KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Mereka, yakni pemberi dari pihak swasta Ahmad Zuhdi.
 
Kemudian, penerima suap yang juga Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur, Plt Sekda Penajam Paser Utara Mulyadi, Kepala Dinas PUTR Penajam Paser Utara Edi Hasmoro, Kepala Bidang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jusman, dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afidah Balqis.
 
Zuhdi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Sementara itu Abdul, Mulyadi, Edi, Jusman, dan Nur selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
Baca:
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif