Rilis penangkapan premanisme di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Rilis penangkapan premanisme di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

7 dari 49 Pemalak di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok Operator Crane

Nasional premanisme polri pungutan liar presiden joko widodo Penegakan Hukum
Yurike Budiman • 11 Juni 2021 19:11
Jakarta: Sebanyak tujuh preman yang kerap memalak sopir truk di kawasan Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ditangkap. Penangkapan merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberantas premanisme dan pungutan liar di kawasan tersebut.
 
"Tadi malam tim kami berhasil mengungkap upaya pemalakan dan premanisme terhadap para pengemudi truk kontainer di JICT persis di lokasi presiden bertatap muka dengan sopir truk," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana di Polres Jakarta Utara, Jumat, 11 Juni 2021.
 
Baca: Dukung Pemberantasan Premanisme, Sahroni: Citra Priok Harus Diubah

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kholis mengatakan tujuh pemalak yang ditangkap merupakan operator crane sif malam. Mereka adalah Mardut Arison, Rachmat Deni, Abdullah Syafii, Wahid Wahidin, Bambang Eko Prasetyo, Rendy Puji Hadyanto, dan Buhari.
 
"Dari ketujuh pelaku ini barang bukti yang kami sita cukup banyak Rp1,2 juta yang masing-masing sudah kita temukan di dalam botol air mineral kosong dan kantong plastik yang dikumpulkan pelaku," kata dia.
 
Ketujuh pelaku ini termasuk dalam 49 orang yang ditangkap Polda Metro Jaya dan Polres Jakut atas aksi pungli. Para pelaku dijerat Pasal 368 KUHPidana. Semuanya terancam 9 tahun penjara.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif