Sidang pemeriksaan saksi kasus korupsi paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 28 April 2021. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi kasus korupsi paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 28 April 2021. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

ICW Desak Eks Mensos Juliari Dituntut Penjara Seumur Hidup

Nasional KPK Kasus Suap kasus korupsi Korupsi Bansos Covid-19 Juliari P Batubara
Candra Yuri Nuralam • 28 Juli 2021 10:12
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut berat mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. Juliari akan dituntut atas dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.
 
"Tuntut maksimal, yakni seumur hidup penjara," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Rabu, 28 Juli 2021.
 
Menurut dia, hukuman seumur hidup pantas untuk Juliari karena sudah mengingkari janjinya tidak korupsi saat diangkat sebagai penyelenggara negara. Selain itu, Juliari menerima suap saat Indonesia sedang dalam kondisi pandemi covid-19. Tindakan itu dinilai tidak manusiawi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Praktik culas ini tentu tidak bisa dimaafkan. Dapat dibayangkan, kala itu, empat hari sebelum tangkap tangan KPK, 1 Desember 2020, setidaknya 543 ribu orang telah terinfeksi covid-19 dan 17 ribu nyawa melayang," ujar Kurnia.
 
Baca: Eks Mensos Juliari Batubara Dituntut Hari Ini
 
Juliari juga dianggap tidak kooperatif selama persidangan. Hingga kini, kata Kurnia, Juliari belum mengakui menerima suap dari beberapa vendor pengadaan bansos.
 
"Padahal, pengadilan telah memutus bersalah pihak penyuap Juliari, salah satunya Ardian Iskandar," tegas Kurnia.
 
Di sisi lain, rasuah Juliari langsung dirasakan masyarakat. Bansos yang diberikan tak sesuai dengan dana yang dikeluarkan pemerintah.
 
Sementara itu, pengacara Juliari, Maqdir Ismail, berharap jaksa penuntut umum (JPU) bijaksana. Maqdir menilai kliennya tidak bersalah.
 
"Tentu dengan harapan Pak Juliari Peter Batubara akan dituntut secara adil," ujar Maqdir dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Juli 2021.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif