Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta - Medcom.id/Ilham Wibowo.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Polisi Menduga Ada Hacker Serupa SBH di Jakarta dan Bandung

Nasional peretasan
Dhaifurrakhman Abas • 16 Maret 2018 05:00
Jakarta: Komunitas yang menyerupai Surabaya Black Hat diduga berbasis di kota besar lain.
 
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Adi Deriyan mengatakan, kelompok Black Hat diduga memiliki anggota di Jakarta dan Bandung.
 
"Kelompok ini tidak hanya ada di Surabaya ya, tapi ada di dua kota besar lainnya. Yakni Jakarta Black Hat (JBH) dan Bandung Black Hat (BBH)," kata Adi di Polda Metro Jaya, Kamis, 15 Maret 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Surabaya Black Hat Raup Rp200 Juta dalam Setahun
 
Adi menjelaskan, Black Hat merupakan istilah yang umum digunakan dalam kejahatan dunia digital. Kelompok yang khusus merusak sistem jaringan ini biasanya menggunakan wilayah kejahatannya untuk digunakan sebagai nama kelompok.
 
"Karena domisili mereka yang berada di Jakarta dan Bandung," jelas Adi.
 
Adi membeberkan, kelompok tersebut saling terhubung dengan kelompok lainnya dalam menjalankan kegiatan kriminalnya.
 
Biasanya, setiap kelompok Black Hat membentuk struktur beranggotakan sekitar 600-700 orang. Setiap anggota kelompok memiliki bekal keahlian informasi teknologi.
 
"Rata-rata satu dalam kelompok anggotanya bisa 600-700 orang. Mereka semua menggunakan identitas anonymous," beber Adi.
 
Baca: Surabaya Black Hat Bobol Website di 44 Negara
 
Namun, kata Adi, polisi belum menemukan unsur pidana yang dilakukan kelompok Black Hat yang berada di Jakarta dan Bandung ini. Meskipun dua kelompok itu menggunakan nama Black Hat yang umumnya digunakan merujuk terhadap penjahat dunia siber yang merusak sistem.
 
"Sampai saat ini untuk Jakarta dan Bandung tidak ada laporan masuk ke kita. Tapi kalau ada laporan tentu akan kita tangani," pungkas Adi.
 
Diketahui, Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap tiga tersangka peretas 600 website Indonesia dan luar negeri. Tersangka meretas website di 44 negara.
 
Ketiganya diketahui masih berstatus mahasiswa. Untuk mengungkap kasus ini polisi bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI).
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif