NEWSTICKER
Ketua KPK Firli Bahuri memperjuangkan kesejahteraan pegawainya. Foto: MI/Pius Erlangga
Ketua KPK Firli Bahuri memperjuangkan kesejahteraan pegawainya. Foto: MI/Pius Erlangga

Kejagung Diminta Berkomitmen Tuntaskan Korupsi Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Juven Martua Sitompul • 08 Januari 2020 13:21
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk berkomitmen menuntaskan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Salah satunya, menjerat pihak yang terlibat dalam skandal tersebut.
 
“KPK berkomitmen dan minta ke Kejagung kasus ini dituntaskan setuntas-tuntasnya,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Kejagung, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.
 
KPK siap membantu Kejagung mengusut kasus tersebut. Semua informasi atau dokumen kasus yang dibutuhkan akan diserahkan Lembaga Antirasuah kepada Korps Adhyaksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jadi apa yang kita miliki, informasi apa yang kita dapatkan, dokumen apa yang kami miliki kita akan sampaikan ke Kejagung,” kata Firli.
 
Kasus Jiwasraya bermula dari laporan pengaduan masyarakat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi sejak 2014 sampai dengan 2018.
 
Jiwasraya melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentase bunga tinggi berkisar antara 6,5 persen dan 10 persen sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun.
 
Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen. Secara umum, RBC adalah pengukuran tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan asuransi, dengan ketentuan OJK mengatur minimal batas RBC sebesar 120 persen.
 
Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Mulai dari strategic partner yang menghasilkan dana Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi sebesar Rp1 triliun dan sumber dana lain dari pemegang saham sebesar Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut sebesar Rp32,89 triliun.
 
Saat ini ada delapan perusahaan yang tertarik menyuntikan dana untuk pemulihan Jiwasraya. Nantinya satu perusahaan dengan penawaran terbaik akan dipilih untuk menjadi pemegang saham di Jiwasraya Putra sebagai anak usaha dari Jiwasraya.
 
Jiwasraya Putra telah membuat perjanjian kerja sama distribusi, salah satunya melalui kerja sama kanal pemasaran bancassurance. Kerja sama tersebut akan menggandeng perusahaan BUMN seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler, dan PT Kereta Api Indonesia.
 

 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif