Senjata api terkait kasus aksi koboi pengemudi Lamborghini. Foto: Medcom.id/Jufriansyah
Senjata api terkait kasus aksi koboi pengemudi Lamborghini. Foto: Medcom.id/Jufriansyah

Penjual Senjata kepada Pengemudi Koboi Dibekuk

Nasional senjata api penembakan
Jufriansyah • 08 Januari 2020 16:11
Jakarta: Penjual senjata, Axel Djody Gondokusumo, 29, Muhammad Setiawan Arifin, 25, dan Yunarko, 36, ditangkap Polres Metro Jakarta. Ketiganya diduga menjual senjata kepada tersangka Abdul Malik, pengemudi Lamborghini yang bertingkah seperti koboi.
 
"Ketiganya ditangkap pada Minggu, 29 Desember 2019," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Menurut dia, penangkapan ketiga tersangka bermula saat polisi menggeledah rumah Abdul Malik di Jaksel. Brankas berisi senjata api, magasin, dan peluru ditemukan. Polisi kemudian mencari asal-usul senjata api itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga orang pelaku ditangkap ditempat yang berbeda. Axel dibekuk di rumahnya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel). Muhammad dibekuk di sekitar rumahnya di Pinang Ranti, Jakarta Timur (Jaktim), sedangkan Yunarko di Duren Sawit, Jaktim.
 
Ketiga wiraswasta itu sudah saling kenal. Mereka sudah beberapa kali bertemu dengan Abdul Malik. Namun, kata Bastoni,ketiga pelaku mengaku baru sekali menjual senjata api kepada Abdul Malik.
 
"Baru sekali ini melakukan penjualan senpi (senjata api) itu, masih kita dalami lagi apakah pelaku AM (Abdul Malik) atau kepada pelaku lain juga menjual masih kita dalami," ujar Bastoni.
 
Ketiga pelaku mengaku senjata api yang mereka jual kepada Abdul Malik, milik pribadi. Namun, Korps Bhayangkara masih terus mendalami kebenaran keterangan para pelaku.
 
Bastoni mengatakan besaran harga senjata yang mereka jual ke AM beragam. Granat, contoh dia, dibeli Abdul Malik seharga Rp15 juta dari Yunarko.
 
"Sekitar harga ratusan juta, baik senjata (laras ) panjang dan (laras) pendek," kata Bastoni
 
Polisi memastikan semua senjata yang disita dari Abdul Malik tidak memilki izin. "Kecuali senjata yang yang digunakan AM saat pengancaman di Kemang," kata Bastoni
 
Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951. Mereka terancam hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara.
 
Sementara itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa:
1. Satu pucuk senjata api laras panjang tipe M4 Carbine kaliber 5.56 mm berwarna hitam biru,
2. Satu pucuk senjata api laras panjang tipe AR Model JT-15 berwarnacokelat dengan teropong dan penyangga,
3. Satu shotgun merek Escort berwarnahitam,
4. Satu pistol merek Zoraki kaliber 380 auto,
5. Satu pistol jenis Glock 19 kaliber 9 mm,
6. Satu senjata api jenis G.2 Elite Pindad kaliber 9 mm,
7. Satu senjata api laras panjang tipe M16 yang dimodifikasi menjadi tipe M4 berwarnahitam bergagang cokelat,
8. Empat magasin laras panjang,
9. Satu pistol Bareta dengan nomor F49386W berikut magasin,
10. Lima magazin pistol,
11. Satu magasin ekstra beserta tempat penyimpanannya,
12. Sebanyak 26 butir amunisi shotgun wana hijau,
13. Sebanyak 29 butir amunisi shotgun berwarnamerah,
14. Sebanyak 777 butir amunisi 5 TJ kaliber 5.56 mm,
15. Sebanyak 2493 butir amunisi 4 TJ kaliber 5.56 mm,
16. Sebanyak 48 butir peluru pistol 380 auto merek Fiocchi,
17. Sebanyak 50 butir peluru pistol 380 auto merek Blazer,
18. Sebanyak 21 butir peluru karet 9 mm,
19. Sebanyak 95 butir peluru 9 mm tipe MUI-JHP AI,
20. Sebanyak 8 butir peluru hampa 5.56 mm,
21. Sebanyak 674 butir peluru 9 mm,
22. Sebanyak 58 butir peluru 32 auto 7.65 x 17 mm,
23. Satu granat fragmentasi berwarnahijau.
 

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif