Terorisme. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Terorisme. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Teroris JI Diduga Tak Hanya Bermain di Bisnis Sawit

Nasional terorisme
Candra Yuri Nuralam • 09 Juli 2019 16:34
Jakarta: Kepolisian mendalami usaha lain milik pemimpin Jamaah Islamiyah (JI), PW, selain dari industri kelapa sawit. Polisi mengendus ada aliran dana lain yang diterima jaringan teroris JI.
 
"Tidak menutup kemungkinan selain usaha lain, dia memiliki usaha tertentu dalam rangka untuk menopang organisasi ini karena ingat visi mereka ke depan adalah mengubah negara kesatuan ini," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Menurut dia, investigasi ini berdasarkan pengembangan kasus dari penangkapan terduga teroris di Magetan, Jawa Timur. Dedi mengatakan terduga teroris itu mempunyai peran sentral yang bisa digali untuk pengembangan informasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi mengatakan hingga saat ini kepolisian masih belum mengenal dengan jelas organisasi ini. Polisi masih menganalisa motif dan peran para pelaku.
 
"Sedang kita analisa, kita kembangkan untuk struktur organisasinya kemudian jejaring komunikasi dan pola rekrutmennya. Kalau ada hasil, kita sampaikan. Tim lagi bekerja semua. Tim Densus (Detasemen Khusus) 88 bekerja sama dengan satgas (satuan tugas) di polda masih mengalisa yang ditangkap di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur," ujar Dedi.
 
Sebelumnya, Dedi mengungkapkan PW memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk membiayai jaringan terorisnya. PW memiliki usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan dan Sumatra.
 
"Perkebunan sawit itu menghasilkan uang untuk membiayai aksi, membiayai organisasi dan membiayai gaji daripada pejabat atau orang di dalam struktur Jaringan JI," beber Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 1 Juli 2019.
 
Dedi menuturkan pejabat di dalam struktur jaringan JI digaji Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan. Mereka aktif membangun ekonomi, merekrut peserta, dan membuat pelatihan untuk membangun khilafah di Indonesia.
 
PW pernah memberangkatkan enam kelompok anggotanya untuk pelatihan di Suriah. Dana yang dibutuhkan untuk keberangkatan tersebut diambil dari hasil perkebunan kelapa sawit.
 
Baca: Ryamizard: Jangan Hanya Menunggu Dibom
 
Untuk itu, Polri berupaya mencegah sebelum cita-cita kelompok JI terpenuhi. Saat ini, kepolisian masih mendalami lokasi perkebunan kelapa sawit serta perusahaan milik PW.
 
Selain menangkap PW, Densus 88 Antiteror Polri juga menangkap tersangka teroris berinisial MY, BS, A dan BT. Ketiga teroris PW, MY dan BS ditangkap pada Sabtu, 29 Juni 2019, sekitar pukul 06.12 WIB, di sebuah hotel di Jalan Raya Kranggan Nomor 19, Jatiraden, Bekasi, Jawa Barat.
 
A ditangkap di Perumahan Griya Syariah, Blok G, Kebalen, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 30 Juni 2019, sekitar pukul 11.45 WIB. BT alias Haedar alias Feni alias Gani ditangkap di hari yang sama sekitar pukul 14.15 WIB di Pohijo, Sampung, Ponorogo, Jawa Timur.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif