Eks Dirut Petral Bambang Irianto (kanan pembaca)/Medcom.id/Adin
Eks Dirut Petral Bambang Irianto (kanan pembaca)/Medcom.id/Adin

Bambang Dicecar Soal Tanggung Jawab Petinggi PES

Nasional kasus suap
M Sholahadhin Azhar • 05 November 2019 19:14
Jakarta: Eks Direktur Utama Pertamina Energy Trading Limited (Petral) Bambang Irianto memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diberondong pertanyaan soal tanggung jawab sebagai petinggi Pertamina Energy Service (PES) Pte.Ltd
 
"Tugas dan tanggung jawab saya, sebagai vice president dan manager director, semua," kata Bambang di Kantor KPK, Jakarta, Selasa, 5 November 2019.
 
Bambang tak kesulitan menghadapi perntanyaan penyidik. Tanya jawab berlangsung lancar dan dirinya kooperatif menjawab pertanyaan. Tak ada pertanyaan terkait pihak lain dalam kasus dugaan korupsi, termasuk relasi Bambang dengan taipan Muhammad Riza Chalid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada. Belum sampai ke sana," kata Bambang.
 
Dia percaya KPK adil memproses kasusnya. Bambang memastikan dirinya akan hadir kembali jika dibutuhkan penyidik.
 
"Kita ikuti proses saja. Saya warga negara Indonesia (WNI) yang baik dan saya percaya dengan lembaga ini, lembaga KPK, dan saya akan mengikuti semua proses hukum yang dilakukan oleh KPK," beber dia.
 
KPK tak menahan Bambang usai diperiksa sebagai tersangka. Managing Director Pertamina Energy Service (PES) Pte Ltd periode 2009-2013 itu diduga menerima suap US$2,9 juta dari pihak Kernel Oil.
 
Suap diberikan karena Bambang membantu kegiatan perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES/PT Pertamina (Persero) di Singapura dan pengiriman kargo. Penerimaan uang haram disamarkan lewat rekening perusahaan cangkang.
 
Perusahaan bernama Siam Group Holding Ltd itu memiliki kedudukan hukum di British Virgin Island dan menerima uang dalam periode 2010 - 2013. Permasalahan dimulai pada 2008, ketika Bambang masih bekerja di kantor pusat PT Pertamina (Persero).
 
Bambang bertemu perwakilan Kernel Oil Ltd, yang merupakan salah satu rekanan PES/PT Pertamina. Ia lantas melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT. Pertamina. Pada periode 2009 hingga 2012, Bambang mengundang perwakilan Kernel Oil dan akhirnya menjadi rekanan PES untuk impor dan ekspor minyak mentah untuk Pertamina.
 
Bambang berperan mengamankan alokasi kargo Kernel Oil dalam tender penjualan minyak mentah. Bambang diduga menerima sejumlah uang melalui rekening bank di luar negeri sebagai imbalan.
 
Bambang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif