Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto

Eks Petinggi Pertamina Energy Services Dipanggil KPK

Nasional pertamina
M Sholahadhin Azhar • 03 Desember 2019 12:23
Jakarta: Mantan Head of Trading Pertamina Energy Services Pte Ltd (PES) Agus Bachtiar dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diusut dalam kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PES.
 
KPK juga memanggil lima saksi lain. Mereka meliputi mantan Crude Oil Trader PES serta Staf Utama Integrated Supply Chain PT Pertamina, Sani Dinar Saefuddin; Assistant Manager Petrochemical Fungsi Marketing and Trading PT Pertamina serta mantan Trader Distillates PES, Retno Wahyuningsih; dan mantan Senior Trade Crude PES, Nurdin M Prayitno.
 
Saksi lainnya yakni Analyst Light Distillates Trading Integrated Supply Chain PT Pertamina yang juga mantan Junior Trader Light Distillates PES, Edward Corne; dan mantan Senior Trader-Light Distillate PES yang juga Staf Utama Direktorat Pengolahan PT Pertamina, Mulyono.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keenam orang itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BI (mantan Managing Director PES Bambang Irianto)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Sementara itu, Senin, 2 Desember 2019, penyidik memeriksa tiga saksi. KPK mengorek mantan Light Distillate-Operation Officer PES, Indrio Purnomo; mantan Claim Officer PES, Mardiansyah; serta mantan Manager Market Analyst Risk Management & Governance ISC PT Pertamina yang juga Staf Utama Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Khairul Rahmat Tanjung.
 
Di sisi lain, Bambang Irianto diperiksa, Kamis, 7 November 2019. Bambang diduga menerima suap USD2,9 juta atau Rp40,9 miliar dari Kernel Oil. Suap diberikan karena Bambang membantu perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES/PT Pertamina (Persero) di Singapura dan pengiriman kargo.
 
Penerimaan uang haram disamarkan lewat rekening perusahaan cangkang, Siam Group Holding Ltd, yang memiliki kedudukan hukum di British Virgin Island. Fulus haram ditransfer selama 2010-2013.
 
Permasalahan dimulai pada 2008, ketika Bambang masih bekerja di kantor pusat PT Pertamina (Persero). Bambang bertemu perwakilan Kernel Oil Ltd, yang menjadi salah satu rekanan PES/PT Pertamina.
 
Ia lantas melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT Pertamina. Pada periode 2009 hingga 2012, Bambang mengundang perwakilan Kernel Oil yang akhirnya menjadi rekanan PES untuk impor dan ekspor minyak mentah untuk Pertamina.
 
Bambang berperan mengamankan alokasi kargo Kernel Oil dalam tender penjualan minyak mentah. Dia diduga menerima uang melalui rekening bank di luar negeri sebagai imbalan.
 
Bambang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif