Suasana sidang gugatan terhadap PLN terkait kematian ikan koi akibat pemadaman listrik pada 4 Agustus 2019. Foto: Medcom.id/Candra
Suasana sidang gugatan terhadap PLN terkait kematian ikan koi akibat pemadaman listrik pada 4 Agustus 2019. Foto: Medcom.id/Candra

Gugatan Terhadap PLN Ditolak

Nasional pemadaman listrik
Candra Yuri Nuralam • 25 September 2019 14:51
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan warga Jakarta Selatan, Petrus Bello, kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terkait kematian ikan koi akibat pemadaman listrik. PLN dinilai tak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum.
 
"Mengadili menyatakan gugatan penggugat ditolak seluruhnya," kata Hakim Zulkifli saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 25 September 2019.
 
Zulkifli mengatakan pemadaman listrik yang terjadi pada 4 Agustus 2019, disebabkan gangguan transmisi 500 kilovolt (Kv) di Ungaran, Jawa Tengah. PLN terpaksa mematikan listrik guna menghindari kejadian yang bisa membahayakan keselamatan umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menimbang bahwa karena tidak ada sifat melawan hukum dari tergugat dalam Pasal 1365 KUHPerdata, tidak terdapat adanya unsur kesalahan yang dilakukan tergugat. Oleh karena itu penghentian sementara penyediaan tenaga listrik pada hari Minggu 4 Agustus tidak terdapat hal perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat," ujar Zulkifli.
 
Berdasarkan Pasal 21 ayat 4 Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang kegiatan usaha perusahaan penyedia tenaga listrik, menyatakan PLN tidak memberikan ganti rugi kepada konsumen atas penghentian sementara penyedia tenaga listrik. Hakim menilai matinya ikan koi milik Petrus tidak bisa diganti oleh PLN.
 
"Oleh karena itu permintaan ganti rugi sebagaimana yang diminta penggugat tidak dapat diterapkan dalam perkara a quo maka haruslah ditolak," tutur Zulkifli.
 
Kubu Petrus merasa tidak puas dengan putusan hakim. Hakim dinilai keliru dan tidak mempertimbangkan ahli yang sudah memberikan keterangan di persidangan.
 
Kuasa hukum Petrus, David Tobing bersikeras kematian ikan koi kliennya disebabkan oleh pemadaman listrik yang dilakukan PLN. Sehingga, kliennya pantas untuk minta ganti rugi.
 
"Tadi hakim juga mengatakan bahwa ada pohon sengon sebagaimana dalilnya PLN. Ya itu kan harusnya di bawah pengawasan dan pemeliharaan dia. Itu yang kami tidak setuju dan ini terbukti ada kelalaian karena memang fakta hukumnya sudah sangat jelas. Ada mati listrik, ada mati ikan, dan akhirnya menimbulkan kerugian," kata Tobing.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif