Berbagai Modus Penyelundupan Sabu ke Rutan Mapolda Metro Jaya

Deny Irwanto 24 Agustus 2017 12:04 WIB
sabu
Berbagai Modus Penyelundupan Sabu ke Rutan Mapolda Metro Jaya
Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta serahkan piagam penghargaan ke 14 anggota Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya--Metrotvnews.com/Deny Irwanto
medcom.id, Jakarta: Berbagai cara digunakan untuk memasukan sabu ke dalam ruang tahanan Polda Metro Jaya. Sabu diselipkan di dalam botol shampo, kemasan deodoran, bungkus makanan, hingga diselipkan di jahitan baju.

Namun, berbagai upaya tersebut berhasil digagalkan. Salah satunya adalah tahanan bernama Wendra Hermawan Junarsa yang memesan sabu melalui rekannya bernama Riska.

Wendra memesan sabu kepada Riska sebanyak 2,66 gram untuk dibawa ke dalam ruang tahanan Polda Metro. Sebagai pengunjung, Riska pura-pura membawa makanan nasi padang untuk Wendra. Kemudian kemasan sabu diselipkan di antara bungkus nasi padang.


"Tapi, oleh petugas kita dapat diketahui," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Kamis 24 Agustus 2017.

Upaya penyelundupan itu bisa digagalkan Brigadir Samuel Ginting pada 30 Juli 2017 lalu. Dengan teliti, Samuel memeriksa seluruh bawaan Riska.

Baca: Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Tahanan Diganjar Penghargaan

Sementara itu untuk pengunjung lain bernama Gelena yang membesuk tahanan Rian Hidayat, menyelipkan sabu seberat 1,16 gram ke dalam kemasan deodoran. Namun, usaha Gelena bisa digagalkan Bripka Yuwel Gito.

Nico menegaskan, seluruh pengunjung yang berupaya menyelundupkan sabu tersebut telah diproses secara hukum. "Sudah pasti tersangka. Seluruhnya menjadi tersangka, yang membawa narkotika," jelas Nico.

Sementara itu, Brigadir Samuel Ginting juga menggagalkan upaya sabu 1,62 gram. Choirul Juniardi Jalil membawa sabu yang dimasukkan ke dalam bungkus plastik bening dilapisi lakban hitam. Kemudian dimasukkan ke dalam botol shampo.

Nico kembali mengatakan, seluruh modus tersebut akan menjadi pelajaran bagi anggotanya, agar tidak ada sabu yang bisa masuk ke dalam ruang tahanan Polda Metro Jaya.

"Jadi pada saat besuk, saudara atau temannya itu dimintain bantuan yang di dalam (tahanan), supaya membelikan narkotika untuk dibawa masuk," pungkas Nico.

Sebelumnya, 14 anggota Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya diganjar piagam penghargaan. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba oleh pembesuk tahanan Polda Metro.

Anggota Direktorat Tahti yang mendapat piagam penghargaan ialah Bripka Agung Irawanto, Brigadir Samuel Ginting, Brigadir Rahmat Bijakseno, Brigadir Hadi Winarso, Brigadir Kuncor Pandu Arianto, Bripaka Marcos, Bripka Heri Supratman, dan Brigadir Febrianti Lubis.

Bripka Yumel Gito, Brigadir Hisar Maradona Halomoan, Bripka Himawan Sutanto, Bripka Saifuddin, Bripka Sumardiyanto, dan Bripka Agung Kade Widyatmika juga diganjar penghargaan sama.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id