Dua tersangka muncikari yang melibatkan artis. Medcom.id/Yurike Budiman
Dua tersangka muncikari yang melibatkan artis. Medcom.id/Yurike Budiman

Dua Pelaku Sindikat Prostitusi Artis Diburu

Nasional psk prostitusi online
Yurike Budiman • 28 November 2020 10:49
Jakarta: Polisi masih memburu dua orang penyedia layanan prostitusi artis yang melibatkan selebgram ST dan bintang film MY. Polisi telah mengetahui identitas keduanya, YR dan DS.  
 
"Mereka menawarkan selebgram dan artis melalui media sosial yaitu Whatsapp dan memberi foto dari artis atau selebgram yang akan dipilih," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Sudjarwoko, di Jakarta, Jumat, 27 November 2020.
 
YR merupakan orang yang menghubungi tersangka muncikari, AR dan CA, untuk memesan artis atau selebgram. Sementara itu, DS merupakan penyedia artis dan selebgram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sudjarwoko mengungkapkan DS mengirimkan empat foto artis yang bersedia melayani pria hidung belang. DS mematok tarif cukup tinggi.
 
Awalnya YR menghubungi tersangka AR untuk memesan perempuan dari kalangan artis. "Karena belum memiliki artis, AR kemudian menghubungi DS. Kemudian DS mengirimkan foto kepada AR, yang selanjutnya diteruskan kepada istrinya yakni CA," kata Sudjarwoko.
 
(Baca: Artis ST dan SH Terima Uang Muka Rp60 juta dari Layanan Prostitusi)
 
YR yang bertindak sebagai perantara pelanggan, menerima foto artis pilihan yang dikirimkan CA. Dua di antaranya, ST dan MY.
 
Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) hotel, YR terlihat mengobrol dengan tersangka CA di lobi hotel. Tak lama, YR menyerahkan amplop berisi uang tunai Rp20 juta lalu keluar dari hotel.
 
Berdasarkan pengakuan tersangka AR, ia dan CA, telah menjadi muncikari selama satu tahun. Namun, baru pertama kali melibatkan kalangan artis.
 
"Keuntungan tersangka dalam kasus ini, sekitar Rp50 juta. Tapi jika digabungkan selama setahun terakhir mereka sudah mendapatkan lebih dari Rp200 juta," kata Sudjarwoko.
 
AR dan CA dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) subsider Pasal 296 KUH Pidana juncto Pasal 506. Keduanta terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif