Ilustrasi KPK. MI
Ilustrasi KPK. MI

KPK Pertegas Aliran Uang ke Tersangka Proyek Fiktif Waskita Karya

Nasional kasus korupsi waskita karya Korupsi di PT Waskita Karya
Fachri Audhia Hafiez • 22 Oktober 2020 14:13
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi dalam pengerjaan subkontraktor fiktif pada proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero). Pendalaman dilakukan dengan memeriksa mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana (JS), sebagai tersangka.
 
"Penyidik mendalami dugaan aliran uang proyek fiktif PT Waskita Karya di rekening bank miliknya," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
KPK juga memperdalam keterangan tersangka mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Penyidik mengonfirmasi terkait berbagai peran tersangka untuk memuluskan proyek fiktif di PT Waskita Karya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Manager Perkebunan Cahaya Hati Farm Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, sekaligus Direktur PT Bajra Bumi Nusantara periode 2012-2014, Rida'i, juga dikonfirmasi mengenai berbagai aset milik Faqih. Aset itu diduga kuat bersumber dari proyek fiktif di PT Waskita Karya.
 
Baca: Eks Kadis PU DKI Diperiksa untuk Usut Korupsi Waskita Karya
 
Saksi dari unsur ibu rumah tangga Risa Aliyatun Nikmah juga diperiksa untuk tersangka mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar (YAS). Penyidik mencecar Risa soal aset milik Yuly.
 
"Mengonfirmasi mengenai dugaan kepemilikan berbagai aset tersangka YAS yang bersumber dari proyek fiktif di PT Waskita Karya," ucap Ali.
 
Kasus ini menjerat lima tersangka. Mereka ialah mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana; mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman; Kepala Divisi II Waskita Karya, Fathor Rachman; mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Desi Arryani, dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar.
 
Para tersangka diduga korupsi terkait pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya pada 2009 hingga 2015. Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif