Kejaksaan Agung. MI
Kejaksaan Agung. MI

Kejagung Periksa 4 Orang Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI

Nasional koni kasus korupsi
Al Abrar • 02 Desember 2020 11:20
Jakarta: Kejagung memeriksa sejumlah orang terkait dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana bantuan KONI tahun 2017. Empat orang diperiksa sebagai saksi pada Selasa, 1 Desember 2020.
 
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan keempat saksi yang diperiksa yakni, Direktur CV Mulia Alimas Santika, Masgunirah; Direktur CV Sinar Rizky, Eny Kusyati; Direktur CV Karya Berkarya, Farouk Arsid, dan pengemudi di Kemenpora, Toni Prasetyo. Pemeriksaan dalam rangka menindaklanjuti surat dari BPK RI tanggal 08 Mei 2020.
 
“Tim Jaksa Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang diduga mengetahui aliran uang atau dana bantuan pemerintah kepada KONI Pusat dan penggunaannya dalam kegiatan yang dilaksanakan KONI Pusat pada 2017,” kata Hari dalam keterangan tertulisnya Rabu, 2 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Foto 11 Buron Teroris Jaringan MIT Disebar
 
Kasus bermula pada 24 November 2017, KONI pusat telah menyampaikan kepada Menpora untuk dapat menerima/memperoleh bantuan sebesar Rp26.679.540.000. 
 
Pada Desember 2017, Kemenpora memberikan bantuan dana kepada KONI Pusat Tahun Anggaran 2017 senilai Rp25 miliar yang dicairkan ke rekening KONI yang penggunaannya diperuntukkan dalam rangka pembiayaan program pendampingan, pengawasan, dan monitoring program peningkatan prestasi olahraga Nasional menuju 18th Asian Games 2018.
 
Dalam pelaksanaannya diduga telah terjadi penyimpangan penggunaan dan pengelolaan dana yang dilakukan oleh oknum dari Kemenpora RI maupun oknum dari KONI pusat dengan cara melawan hukum dan membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran fiktif. Serta melakukan pengadaan barang dan jasa tanpa prosedur lelang sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara.
 
Dalam kasus ini, KPK juga telah melakukan penyidikan, bahkan Menpora Imam Nahrawi telah dijebloskan ke penjara.
 
Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan virus korona (covid-19). Yakni dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan penyidik yang sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif