Ilustrasi gratifikasi. Medcom.id
Ilustrasi gratifikasi. Medcom.id

Mantan Dirut BTN Berpeluang Dijerat TPPU

Nasional kasus korupsi BTN kejaksaan agung
Media Indonesia • 07 Oktober 2020 14:06
Jakarta: Penyidik Direktorat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung masih menyidik kasus gratifikasi yang menyeret Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) periode 2012-2019, Maryono. Mantan pejabat bank pelat merah itu berpotensi dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).
 
"Apakah nanti penyidik akan mengembangkan money laundry-nya, cara-cara menyamarkan uang, tentu nanti (saat) proses penyidikan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama segera ada perkembangan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Gedung Kejagung, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Maryono diduga menerima gratifikasi senilai Rp3,127 miliar. Maryono menerima gratifikasi Rp2,275 miliar dari Direktur PT Pelangi Putera Mandiri, Yunan Anwar. Uang terkait fasilitas pemberian kredit pada 2014.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga menerima uang dari PT Titanium Property senilai Rp870 juta. Uang terkait persetujuan pemberian kredit terhadap perusahaan senilai Rp160 miliar pada 2013.
 
Uang diberikan kepada Maryono melalui menantunya, Widi Kusuma Purwanto. "Tentu nanti penyidik akan menyidik apakah peruntukan atau penggunaan uang itu sesuai dengan kreditnya atau digunakan untuk apa," kata Hari.
 
Kejaksaan Agung telah menetapkan Maryono dan Yunan sebagai tersangka. Penyidikan kasus ini dimulai sejak Agustus 2020.
 
Maryono dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 5 Ayat (2) jo Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU No 31/1999 sebagaimana telah dibuah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1.
 
Sedangkan Yunan dijerat Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU No 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Keduanya langsung ditahan di Rumah Tahanan Guntur.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif