Tersangka pembobolan dana hingga Rp21 M dengan modus meminta OTP korban diperlihatkan Mabes Polri di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Tersangka pembobolan dana hingga Rp21 M dengan modus meminta OTP korban diperlihatkan Mabes Polri di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Ambil Alih 3 Ribu Rekening, Sindikat Bobol Dana Rp21 M

Nasional polri kasus pembobolan dana cyber crime kejahatan cyber
Siti Yona Hukmana • 05 Oktober 2020 20:26
Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membongkar kasus pengambilalihan rekening nasabah. Sepuluh tersangka berinisial AY, JL, GS, K, J, RP, KS, JP, PA, dan A ditangkap.
 
"Berawal dari menerima laporan dari masyarakat, mereka mengalami kerugian yang dilaporkan sekitar Rp21 miliar," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2020
 
Menurut dia, kasus ini dilaporkan pada Juni 2020. Selain dari masyarakat, Bareskrim Polri menerima laporan atas kasus yang sama dari pihak perbankan beberapa waktu sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau laporan dari salah satu bank itu kerugiannya melebihi Rp100 miliar, tapi sudah tahap 1. Berkas sudah dikirim ke kejaksaan," ungkap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu
 
Beranjak dari laporan masyarakat, penyidik cyber crime Bareskrim Polri bergerak. Polisi menangkap pelaku di tiga daerah di Sumatra Selatan, yakni di Luwung Gajah, Tulung Selapan, dan Palembang.
 
Penangkapan ke-10 pelaku bekerja sama dengan Polda Sumatra Selatan, khususnya Polres Ogan Komering Ilir (OKI). Pelaku ditangkap beberapa waktu lalu sekitar pukul 04.00 WIB tanpa perlawanan dan dibawa ke Mabes Polri, Jakarta Selatan.
 
"Di Mabes dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku telah melakukan aksinya sejak 2017 sampai sekarang. Dia sudah melakukan pengambilalihan sekitar 3.070 rekening," ungkap jenderal bintang dua itu.
 
Argo menyebut dalam aksinya, para pelaku membagi perannya masing-masing. Tersangka AY sebagai kapten dari tindak pidana itu. Ada pelaku yang berperan sebagai ahli teknologi informasi (IT).

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif