Konferensi pers penetapan serta penahanan tersangka anggota DPR periode 2014-2019 Irgan Chairul Mahfiz (ICM) melalui akun YouTube KPK RI.
Konferensi pers penetapan serta penahanan tersangka anggota DPR periode 2014-2019 Irgan Chairul Mahfiz (ICM) melalui akun YouTube KPK RI.

Eks Legislator Fraksi PPP Terima Suap 'Receh'

Nasional kpk Kasus Suap kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 11 November 2020 19:52
Jakarta: Anggota DPR fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2014-2019 Irgan Chairul Mahfiz (ICM) diduga menerima suap Rp100 juta secara bertahap. Uang tersebut terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Bidang Kesehatan pada APBN Kabupaten Labuhanbatu Utara tahun anggaran 2018.
 
"Uang tersebut diduga terkait bantuan ICM untuk mengupayakan desk pembahasan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atas DAK Bidang Kesehatan APBN tahun anggaran 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 11 November 2020.
 
Kasus ini bermula ketika Bupati Labuhanbatu Utara periode 2016-2021 Khairuddin Syah (KSS) alias Buyung membagi peruntukan DAK Bidang Kesehatan Prioritas Daerah Rp49 miliar menjadi dua bagian. Untuk Pelayanan Kesehatan Dasar Rp19 miliar dan Pelayanan Kesehatan Rujukan dengan Pembangunan RSUD Aek Kanopan di Labuhanbatu Utara Rp30 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Eks Anggota DPR dari PPP Tersangka Korupsi DAK Labuhanbatu Utara
 
Tetapi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) DAK Bidang Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara belum ada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Karena usulan program belum disetujui oleh Kemenkes, lantaran ada kesalahan input data dalam pengajuannya.
 
Khairuddin memerintahkan Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Agusman Sinaga bergerak. Agusman diminta menghubungi Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Yaya Purnomo.
 
Rupanya Yaya menyambung lidah ke Wakil Bendahara Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2016-2019, Puji Suhartono (PJH), untuk menyelesaikan persoalan program di Labuhanbatu Utara. Puji kemudian meminta bantuan ke Irgan selaku anggota Komisi IX DPR yang bermitra kerja dengan Kemenkes.
 
"Bantuan untuk mengupayakan adanya desk pembahasan RKA DAK Bidang Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara di Kemenkes," ucap Lili.
 
Setelah desk pembahasan rampung, Puji meminta Agusman mentransfer uang ke rekening Irgan untuk alasan pembelian oleh-oleh umrah. Agusman melalui orang kepercayaannya Aan Arya Panjaitan mentransfer Rp20 juta ke rekening Irgan pada 4 Maret 2018.
 
Masih di bulan yang sama, Puji kembali mentransfer Rp80 juta ke Irgan. Transfer uang kali ini sebagai upah Irgan karena meloloskan desk pembahasan di Kemenkes atas DAK Bidang Kesehatan APBN tahun anggaran 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara.
 
Kasus ini menjerat dua tersangka Khairuddin Syah dan Puji Suhartono. Selain itu, tersangka Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, juga berkaitan dalam lingkaran pengajuan DAK 2018 lantaran berhubungan dengan Yaya Purnomo.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif