Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI

7 Dosa 100 Hari Kerja Pimpinan KPK Versi ICW

Nasional kpk
Candra Yuri Nuralam • 25 Maret 2020 08:44
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) telah memantau perkembangan seratus hari kerja pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak menjabat. Setidaknya ada tujuh dosa Firli Bahuri Cs.
 
"Pertama, gagal menangkap buronan. Sebagaimana buronan yang tidak bisa ditangkap yaitu Nurhadi Cs," kata Anggota ICW Kurnia Ramadhana di Jakarta, Selasa 24 Maret 2024.
 
ICW menilai taring KPK sudah hilang usai sulitnya menangkap buronan saat ini. Padahal, kata Kurnia, sebelumnya Lembaga Antikorupsi itu berhasil mengejar mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin di Kolombia hanya dalam waktu 77 hari pengejaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, pimpinan KPK saat ini terlalu tertutup dalam menyampaikan informasi. Penyampaian informasi ini sampai tingkat transparansi kinerja lembaga dalam membeberkan hasil pengejaran buronan.
 
"Bahkan saat rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR, Ketua KPK menolak memberikan jawaban saat ditanya," ujar Kurnia.
 
Ketiga, Komisioner KPK saat ini bertindak sewenang-wenang terhadap pegawainya sendiri. Salah satu kasus kesewenangan Komisioner KPK adalah pemulangan Kompol Rossa Purbo Bekti ke instansi Polri.
 
"Masa tugas Kompol Rossa pun baru berakhir pada September mendatang dan ia (Rossa) juga tidak pernah dijatuhi sanksi apapun di KPK," tutur Kurnia.
 
7 Dosa 100 Hari Kerja Pimpinan KPK Versi ICW
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. MI/Susanto
 
Lalu, KPK terlihat berusaha untuk memotong prosesi hukum salah satu kasus yang sedang ditangani. Padahal, kata Kurnia, saat ini salah satu tersangka dalam kasus itu masih berstatus buron namun KPK sudah ingin menyidangkan dengan cara in absentia.
 
Kelima, di masa pimpinan baru, KPK lebih sedikit menangkap pelaku tindak pidana korupsi. Padahal, berdasarkan catatan ICW pada tahun 2016 sampai 2019 Lembaga Antikorupsi itu sudah melakukan tangkap tangan sebanyak 87 kali dengan total tersangka mencapai 327 orang.
 
"Di masa pimpinan Firli Bahuri, KPK baru melakukan tangkap tangan sebanyak dua kali," beber Kurnia.
 
Keenam, Komisioner KPK dituding terlalu sering bertemu orang yang sedang dekat lingkaran perkara. Pertemuan itu dinilai mengancam independensi kelembagaan dan etika pejabat KPK.
 
"Terhitung sejak Januari hingga Februari 2020, Komisioner KPK telah mendatangi 17 instansi negara. Tiga diantaranya kunjungan ke DPR RI," terang Kurnia.
 
Baca: Dewas Sebut Kunjungan MPR ke KPK Tak Langgar Etik
 
Dosa terakhir menurut ICW adalah saat KPK mengumumkan adanya 36 perkara di tingkat penyelidikan yang disetop. Pengumuman itu dinilai hal ganjil yang tak pernah dilakukan oleh Lembaga Antikorupsi.
 
"Sebab, keseluruhan perkara tersebut masih dimungkinkan dilanjutkan ke tingkat penyidikan jika di kemudian hari ditemukan bukti tambahan. Selain itu dalam undang-undang KPK, Undang Tipikor, bahkan KUHP sekali pun memang tidak pernah mengenal istilah publikasi penghentian di tingkat penyelidikan," tutur Kurnia.

Kritikan ICW membangun

Ketua KPK Firli Bahuri menilai catatan yang diberikan oleh ICW sebagai kritikan hal membangun. Dia menilai ICW sebagai 'rekan pengingat' yang sudah lama berhubungan dengan Korp Antirasuah.
 
"Justru kami akan heran jika ICW memuji. Kalau ada yang mengkritisi itu menandakan bahwa itu kecintaan dan kepedulian kepada KPK, termasuk yang disampaikan oleh ICW," tutur Firli.
 
Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri meyebut kritik yang dilancarkan oleh ICW akan digunakan untuk evaluasi. Ke depannya, KPK bakal berusaha bekerja lebih baik lagi.
 
"KPK akan terus berikhtiar dan berkarya semaksimal mungkin bersama penegak hukum lain dan masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi agar negeri yang kita cintai bersama ini terbebas dari korupsi," ucap Ali.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif