NEWSTICKER
Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pengusutan Kasus Jiwasraya Dianggap Sesuai Koridor

Nasional Jiwasraya
Yogi Bayu Aji • 25 Februari 2020 14:09
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) dianggap masih di dalam koridor dalam mengusut kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Korps Adhyaksa dinilai bekerja cepat dalam menahan sekaligus menyita aset-aset para tersangka.
 
Ketua Komisi III DPR Herman Hery berharap jajaran Kejaksaan Agung mampu mengejar seluruh aset-aset tersangka. Dengan begitu, pemerintah bersama manajemen Jiwasraya dapat mengembalikan uang ke nasabah.
 
"Sejauh ini kami merasa Jaksa Agung on the track," kata Herman di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus PDI Perjuangan itu meminta jajaran Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin membekuk semua pihak yang terlibat. Dia mengingatkan para jaksa untuk mengutamakan pengembalian uang dari tangan tersangka.
 
"Termasuk yang dilarikan ke luar negeri. Harus dikejar," jelas dia.
 
Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade juga mengapresiasi langkah Kejagung dalam mengusut kasus Jiwasraya. Korps Adhyaksa dianggap profesional menjalankan fungsinya sebagai penegak hukum.
 
"Bahwa sekarang penegak hukum bisa melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu, saya kira bagus ya. Apalagi soal Jiwasraya merupakan kasus yang menjadi perhatian publik," imbuh Andre.
 
Total ada enam tersangka terkait kasus Jiwasraya. Mereka meliputi Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim.
 
Pengusutan Kasus Jiwasraya Dianggap Sesuai Koridor
Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
 
Baca: Aset Tersangka Jiwasaraya Diendus hingga 10 Negara
 
Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto, juga menjadi tersangka. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.
 
DPR memastikan penanganan kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya menggunakan sistem panitia kerja (panja). Tidak ada panitia khusus (pansus) untuk kasus tersebut.
 
Komisi III, Komisi VI, dan Komisi XI membentuk panja sesuai koridornya masing-masing. Tiga komisi ini melingkupi penegakan hukum, penyelamatan perusahaan, dan evaluasi lembaga pengawasan keuangan.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif