Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Reynhard Silitonga. Antara
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Reynhard Silitonga. Antara

Dirjen PAS: Petugas Terlibat Narkoba Dikirim ke Lapas Supermaksimum

Nasional narkoba lembaga pemasyarakatan
Antara • 14 Juli 2020 08:24
Jakarta: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) tak akan memberikan ruang bebas kepada petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba. Mereka akan langsung dikirm ke lapas supermaksimum Nusakambangan.
 
"Petugas yang terbukti main dan terlibat narkoba, setelah diputus pengadilan langsung dibawa ke Nusakambangan dan ditempatkan di one man one cell Lapas Supermaksimum," ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Reynhard Silitonga dalam pembukaan Konsultasi Teknis (Konstek) Intelijen Pemasyarakatan dan Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Tahun 2020 di Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.
 
Reynhard menekankan pentingnya deteksi dini oleh pengamanan untuk meminimalisasi gangguan keamanan dan ketertiban. Hal tersebut, kata dia, guna memberantas peredaran narkoba di dalam lapas maupun rumah tahanan negara (rutan).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut terdapat tiga kunci sukses memajukan pemasyarakatan, yakni deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, memberantas narkoba, serta sinergi dengan aparat penegak hukum (APH).
 
"Pengamanan harus bisa mendahului, menyertai serta mengakhiri atas gangguan keamanan dan ketertiban," ujar Reynhard.
 
Dia menilai bersinergi dengan media massa juga penting. Hal itu sebagai salah satu langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.
 
Reynhard pun mewanti-wanti jajarannya untuk tidak terlibat dalam praktik peredaran narkoba di dalam lapas maupun rutan. "Ingat pesan-pesan saya. Siapa pun main-main dengan narkoba, jangan jadi contoh. Kita lihat siapa yang jadi contoh pertama masuk Nusakambangan," kata Reynhard.
 
Baca: Ditjen PAS Telusuri Permasalahan di Rutan Salemba
 
Konstek Intelijen Pemasyarakatan dan Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Tahun 2020 diselenggarakan selama lima hari pada 13-17 Juli 2020. Kegiatan ini diikuti 99 peserta dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta dan Banten, Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan (UPT) Wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta terhubung dengan UPT Pemasyarakatan dari seluruh wilayah dengan menerapkan protokol kesehatan.
 
Narasumber kegiatan ini dari Badan Narkotika Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Teroris, Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Center for Detention Studies.
 

(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif