Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polisi Minta Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Nasional polri hoax
Siti Yona Hukmana • 31 Juli 2020 10:47
Jakarta: Kepolisian meminta masyarakat bijak bermedia sosial. Salah-salah bisa berujung pidana.
 
"Karena kalau sudah tersangkut pidana, yang sudah-sudah (pelaku) melakukan minta maaf, khilaf. Dia tidak menyadari berakhir pidana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2020.
 
Warga diminta mencari kebenaran dari seluruh informasi yang didapat. Masyarakat harus teliti sebelum menyebarkan informasi di media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lakukan kontrol informasi dalam penyebaran informasi di media sosial," ujar Yusri.
 
Baca: Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Penggemar Veronica Tan
 
Polisi tengah menangani kasus pencemaran nama baik terhadap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Polisi menangkap dua orang perempuan KS dan EJ.
 
Mereka terbukti melakukan tindak pidana itu melalui akun Instagramnya @ito.kurnia dan @an7a_s679. "Kasihan ibu KS itu umurnya sudah 67 tahun, EJ 47 tahun. Makanya bijak bermedia sosial," kata Yusri.
 
KS melalui akun Instagramnya @ito.kurnia menyandingkan foto istri Ahok, Puput Nastiti Devi serta anaknya dengan binatang yang menyertakan kalimat-kalimat tidak pantas. EJ melalui akun Instagramnya @an7a_s679 juga memposting foto Ahok dan anak istrinya dengan menyertakan cacian serta makian.
 
Kedua pelaku ditangkap pada Rabu, 29 dan Kamis, 30 Juli 2020 dan saat ini masih menjalani pemeriksaan. Kedua tersangka dijerat Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
 

(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif