Sistem Elektronik Dinilai Bisa Hentikan Praktik Korupsi

Juven Martua Sitompul 24 Mei 2018 07:32 WIB
kpk
Sistem Elektronik Dinilai Bisa Hentikan Praktik Korupsi
Mantan Komisioner KPK Chandra M Hamzah. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Marta Hamzah menilai praktik korupsi tidak bisa dicegah selama Indonesia tidak menggunakan sistem elektronik. Dia optimistis praktik-praktik rasuah bisa dicegah selama semua sistem khususnya di lembaga negara menggunakan sistem elektronik.

"Selama sistemnya tidak elektronik maka korupsi akan berjalan," kata Chandra di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Chandra membandingkan sistem yang ada di Indonesia dengan sistem di Singapura, yang sebagian besar kegiatan semisal pendaftaran PT hingga notaris dilakukan melalui sistem elektronik. Sehingga, tak ada lagi cawe-cawe dalam proses pendaftaran dan lainnya.


"Nah jadi pencegahan KPK harusnya ditujukan digitalisasi mengelektronikan semua sistem yang ada di pemerintahan ini," ujarnnya.

Baca: KPK Ingatkan Masyarakat tak Pilih Calon Terindikasi Korupsi

Chandra mengungkapkan alasan indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia masih kalah dengan Malaysia. Indonesia berada diangka 37, bahkan dari sisi peringkat mengalami penurunan hingga berada diposisi 98 dari 180 negara.

"Karena apa? Layanan publiknya bagus. Kenapa layanan publiknya bagus? Mereka semua elektronik. Jadi, kalau pencegahan tanpa mengelektronikan proses administrasi pemerintahan itu sia-sia lah," ucap dia.




(DMR)