Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa
Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa

Regenerasi Jangan Dimaknai Nepotisme

Nasional kejaksaan agung
15 Maret 2019 00:10
Jakarta: Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni menekankan proses mutasi dan promosi yang terjadi di sebuah lembaga atau instansi negara harus dimaknai sebagai keniscayaan. Proses regenerasi yang mengacu pada rekam jejak, integritas, dan kompetensi yang obyektif, wajar dilakukan.
 
Hal tersebut disampaikan Sahroni menanggapi tudingan nepotisme di balik promosi jabatan Bayu Adhinegoro, putra dari Jaksa Agung HM Prasetyo. Bayu yang sebelumnya menjabat sebagai asisten Bidang Intelijen (asintel) Kejaksaan Tinggi Bali (Kejati Bali) dipromosikan menjadi kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat.
 
"Sejauh yang bersangkutan dinilai memiliki integritas dan kompetensi, apa salahnya bila kemudian mendapat promosi," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Kamis, 14 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mutasi dan promosi, lanjut dia, merupakan bagian dari implementasi reformasi birokrasi dalam menerapkan sistem reward and punishment bagi seluruh ASN, termasuk di jajaran Kejaksaan Agung (Kejagung). Hal ini menurutnya dapat menciptakan profesionalisme ASN yang bertanggung jawab.
 
"Jangan karena kebetulan anak dari Jaksa Agung kemudian kita buru-buru secara tendensius mengecapnya sebagai praktik nepotisme," ujar Sahroni.
 
Politisi muda asal Tanjung Priok ini meyakini jajaran Kejagung telah mempertimbangkan syarat kompetensi, prestasi kerja, peringkat jabatan, hukuman disiplin, hingga kebutuhan organisasi sebelum memutuskan mutasi atau promosi kepada jajarannya.
 
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum Kejagung) Mukri menjelaskan keputusan mutasi dan promosi di Korps Adhyaksa diambil dalam rapat pimpinan yang dihadiri Jaksa Agung bersama para jaksa agung muda, seperti Jampidum, Jampidsus, Jamintel, dan Jamwas. Keputusan disebut telah mempertimbangkan sisi kepangkatan, kinerja, prestasi, serta integritas.
 
"Dalam rangka penyegaran, tour of duty. Promosi dan mutasi dilakukan secara objektif berdasarkan prestasinya, integritas, dan loyalitasnya," kata Mukri.

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif