Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Anak Buah Anies Melamar Jadi Sekjen KPK

Nasional kpk
Fachri Audhia Hafiez • 04 Januari 2019 16:51
Jakarta: Sebanyak enam kandidat lolos menjadi calon sekretaris jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (sekjen KPK). Mereka bakal mengikuti tes wawancara dengan pimpinan KPK, Senin, 7 Januari 2019.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membeberkan latar belakang keenam calon sekjen yang akan dikerucutkan menjadi tiga kandidat. Ketiga calon yang dipandang memenuhi kualifikasi akan diajukan kepada Presiden Joko Widodo untuk dipilih satu di antaranya.

"Pertama Muhammad Zeet Hamdy Assovie pernah menjabat sekretaris daerah (sekda) Provinsi Kalbar (2010)," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat, 4 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Zeet Hamdy, kata dia, juga pernah menjadi kepala Badan Penanaman Modal di 2009 dan kepala Badan Koperasi, UKM, Kerjasama, Promosi dan Investasi di 2005. Pada 2003, dia menjadi sekretaris daerah Kota Singkawang. Calon kedua adalah Prasetyo, pengacara Bahar & Partners Law Firm. Dosen di Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Pancasila, dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran itu pernah menjadi direktur utama Perum Peruri di 2012 dan direktur compliance & risk management PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Persero) di 2007.

Selain itu, ada pula Roby Arya Brata yang sempat masuk seleksi akhir calon pimpinan KPK di 2015. Mantan Asisten Kepala Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi itu juga pernah menjadi analis hukum dan kebijakan Komnas HAM di 1993 dan manajer umum PT Mercutama Textile Mills di 1992.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta Tuty Kusumawati, juga lolos ke tes wawancara. Dia sempat menjabat sebagai kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI di 2015 dan kepala Bidang Penelitian dan Statistik Bappeda DKI Jakarta di 2011.

"Kemudian, U Saefudin Noer, Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III Persero," ujar Febri. 

Di 2017, Saefudin menduduki jabatan komisaris utama (komut) PT Portek Indonesia. Dia menjadi komut PT Pelindo Daya Sejahtera dan PT Pelindo Husada Citra pada 2017, serta direktur keuangan PT Pelabuhan Indonesia III Persero di 2015.

Kandidat terakhir adalah Guru Besar Universitas Hasanuddin Winarni Dien Monoarfa sekaligus staf ahli menteri bidang hubungan antarlembaga pusat dan daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Winarni sempat menjadi sekda Gorontalo pada 2012 dan kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Percepatan Ekonomi Daerah Provinsi Gorontalo di 2003.

Baca: Tes Wawancana Calon Sekjen KPK Pekan Depan

Febri mengatakan keenam calon sekjen KPK itu telah melewati proses seleksi yang cukup ketat. Pasalnya, jumlah pelamar awalnya sekitar 5.852 orang pada seleksi dua gelombang yang kemudian mengerucut menjadi enam calon.

KPK juga meminta masyarakat berpartisipasi memberikan masukan agar proses seleksi menghasilkan calon yang berkualitas. Publik diminta memberikan info soal latar belakang para calon yang belum diketahui.

"Agar hasilnya jauh lebih maksimal, maka KPK juga membuka ruang masukan atau informasi dari masyarakat yang dapat disampaikan melalui email: pengaduan@kpk.go.id," ujar Febri.

Sementara itu, KPK sebelumnya memberhentikan Raden Bimo sebagai sekjen KPK pada 20 Maret 2018. Kinerja Raden Bimo dianggap masih belum maksimal. Saat diberhentikan, Raden Bimo baru mengemban tugas selama dua tahun dari masa tugas sekjen yang semestinya empat tahun.




(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi