Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang hasil operasi tangkap tangan pada konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/1) malam. Foto: MI/Rommy Pujianto
Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang hasil operasi tangkap tangan pada konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/1) malam. Foto: MI/Rommy Pujianto

Bupati Mesuji Jadi Tersangka Suap Infrastruktur

Nasional OTT KPK
Juven Martua Sitompul • 24 Januari 2019 20:57
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kabupaten Mesuji, Khamami sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Mesuji. Khamami ditetapkan sebagai tersangka setelah ditemukannya bukti permulaan yang cukup.
 
Penyidik juga menetapkan empat tersangka lain. Mereka adalah adik Khamami bernama Taufik Hidayat; Sekretaris Dinas PUPR yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wawan Suhendra, pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secilia Putri, Sibron Azis dan seorang pihak swasta bernama Kardinal.
 
"KPK menetapkan lima orang tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kasus ini, Khamami diduga telah menerima suap sebesar Rp1,28 miliar dari Sibron Azis dan Kardinal atas proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mesuji. Uang itu merupakan bagian dari permintaan fee proyek sebesar 12%, yang diminta Khamami melalui Wawan Suhendra kepada rekanan calon pemenang atau pelaksana proyek di Dinas PUPR Pemkab Mesuji sebelum proyek lelang dilakukan.
 
"Diduga fee proyek diserahkan kepada TH (Taufik Hidayat) dan digunakan untuk kepentingan Bupati (Khamami)," kata dia.
 
Baca juga: Harta Bupati Mesuji Mencapai Rp22,4 Miliar
 
Fee itu diduga pembayaran atas empat proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secilia Putri. Empat proyek yang menjadi bancakan Khamami yaitu, proyek pengadaan Base senilai Rp9,2 miliar dan proyek pengadaan bahan material ruas Brabasan-Mekarsari senilai Rp3,75 miliar. Kedua proyek ini digarap oleh PT JPN.
 
"Dua proyek dikerjakan PT SP (Secilia Putri), yakni pengadaan Base Labuhan Mulya-Labuhan Baru-Labuhan Batin senilai Rp1,48 miliar dan proyek pengadaan bahan material penambahan kanan-kiri (Segitiga Emas-Muara Tenang) senilai Rp1,23 miliar," kata Basaria.
 
KPK menduga uang Rp1,28 miliar itu bukan suap pertama yang diterima Khamami dari Sibron Azis. Khamami lebih dulu menerima suap sebesar Rp300 juta secara bertahap. Dengan demikian, secara total Khamami menerima suap sebesar Rp1,58 miliar.
 
Baca juga: NasDem Ultimatum Bupati Mesuji
 
Atas perbuatannya, Khamami, Taufik dan Wawan selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara Sibron Azis dan Kardinal selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif