Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Mantan Pengurus PP Muhammadiyah Indahkan Panggilan Polisi

Nasional kasus korupsi
Kautsar Widya Prabowo • 13 Mei 2019 15:10
Jakarta: Lima mantan pengurus Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Metro Jaya. Mereka datang memenuhi pemanggilan pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia.
 
Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan sempat heran atas kedatangan lima pengurus PP Muhammadiyah itu. Pasalnya, setelah panggilan pemeriksaan diberikan pada 7 Mei 2019, mereka meminta pemeriksaan setelah proses perhitungan suara pemilihan umum (pemilu) usai.
 
"Alhamdulillah mereka datang, padahal minta habis 22 Mei (penetapan hasil pemilu)," ujar Bhakti kepada Medcom.id, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kelima saksi itu adalah mantan Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia, Ahmad Fanani; mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Muhammadiyah, Putra Batu Bara; mantan Sekretaris Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia, Virgo Sulianto Gohardi; mantan Bendahara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia, Fuji Abdurrohman; dan Syahputra.
 
Sementara itu, penyidik telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia itu. Namun, sosok tersangka belum bisa diumumkan.
 
Baca: Dahnil Anzar Minta Diperiksa Setelah Pengumuman Hasil Pemilu
 
"(Kita telah tetapkan) satu orang tersangka," kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan di Polda Metro Jaya, Jumat, 26 April 2019.
 
Adi tak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Ia dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah menyelidiki perkara ini di Yogyakarta. "Nanti bisa ada tersangka lain," ujar Adi.
 
Polisi telah mengantongi jumlah kerugian negara yang diaudit oleh BPK terkait kasus korupsi ini. Totalnya negara merugi sekitar Rp1 miliar.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif