Polisi: Hercules Mengambil Alih Lahan Secara Paksa

Siti Yona Hukmana 22 November 2018 03:21 WIB
premanisme
Polisi: Hercules Mengambil Alih Lahan Secara Paksa
Hercules Rozario Marsal ditangkap atas motif kejahatan pengambilalihan lahan secara paksa. Foto: Antara/Reno Esnir.
Jakarta: Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengky Haryadi mengatakan Hercules Rozario Marsal ditangkap atas motif kejahatan pengambilalihan lahan secara paksa. Dia melakukan bersama 23 anak buahnya.

"Sebenarnya tidak jauh berubah pada beberapa tahun lalu, untuk mengambil alih lahan secara paksa dengan dalih ada surat-surat tandingan dari pada lokasi ini (Kalideres), padahal lokasi ada hak milik yang sah dan ada tindak pidana kekerasan terhadap pengusaha-pengusaha di sana," kata Hengky kepada Metro TV dalam Headline News, Rabu, 21 November 2018.

Sementara itu, ia membeberkan proses penangkapan Hercules yang bermula atas dasar laporan masyarakat. Warga setempat, kata dia, mengalami keresahan atas aksi premanisme.


"Kami adakan penyelidikan pada 7 November 2018, lalu kita tangkap dua kelompok preman. Ada 23 preman, salah satunya adalah kelompok Hercules. Terjadi penyerangan oleh kelompok preman yang langsung dipimpin oleh Hercules, ada yang gunakan senjata tajam," ungkap Hengky. 

Baca juga: Hercules Terancam 7 Tahun Penjara

Atas perbuatan kriminal oleh preman-preman di wilayah Jakarta Barat ini, masyarakat cemas. Namun, polisi berharap warga tidak takut dan dihimbau untuk melapor ke polisi jika kejadian serupa terulang. 

"Harus ada kerja sama polisi dengan masyarakat. Polisi tidak bisa kerja sendiri. Kami imbau masyarakat agar jangan sungkan lapor ke polisi. Hendaknya keadilan harus diteggakkan," pungkas dia.

Saat ini, Hercules masih diperiksa intensif di Polres Jakarta Barat. Hercules ditangkap di kediamannya di kompleks Kebon Jeruk Indah, Kembangan, Jakarta Barat.





(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id