Kesaksian Anak Buah Riza Chalid Diragukan
Terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan KPK, Lucas (kedua dari kiri). Foto: MI/Mohamad Irfan
Jakarta: Terdakwa Lucas meragukan kesaksian Sekretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya. Penasehat hukum Lucas, Aldres Napitupulu mengatakan, banyak inkonsistensi keterangan Dina di berita acara pemeriksaan (BAP) dan saat persidangan.

"Ditanya ini jawab A, nanti diingetin di BAP saudara jawab B, oh iya B. Loh kenapa tadi bilang A, oh iya saya lupa. Dia ada sakit lupa atau enggak benar-benar lupa," kata Aldres di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

Tim penasehat hukum Lucas akan menggali keterangan dari saksi-saksi yang akan dihadirkan pada persidangan berikutnya. Termasuk kesaksian Dwi Hendro Wibowo alias Bowo, pegawai PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang sempat tertunda.


Aldres mengaku akan menekankan pertanyaan pada saksi Bowo mengenai komunikasi dengan Dina. Bowo diduga turut serta dalam upaya pelarian PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro dari penyidik KPK.

"Karena BAP Dina dengan BAP Bowo sudah banyak pertentangannya. Ditambah dengan keterangan Dina di persidangan ini, dengan yang di BAP sudah banyak pertentangannya," ujar Aldres.

Anak buah taipan Muhammad Riza Chalid itu dinilai kerap memberikan keterangan tidak tahu atau lupa di hadapan majelis hakim. Selain itu, Dina juga dicecar mengenai bukti keterlibatan Lucas yang dinilai sering berkomunikasi dengan dirinya melalui aplikasi 'FaceTime'.

Baca: Lucas Pertanyakan Akun FaceTime yang Diungkap Saksi

Lucas sebelumnya didakwa merintangi penyidikan KPK dalam kasus yang menjerat petinggi PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro. Lucas menyarankan Eddy yang telah berstatus tersangka tidak kembali ke Indonesia agar terhindar dari pemeriksaan lembaga antirasuah.

Lucas didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id