Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - MI/Rommy Pujianto.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - MI/Rommy Pujianto.

KPK Miris Lihat Penegak Hukum Tertangkap OTT

Nasional OTT KPK
Candra Yuri Nuralam • 04 Mei 2019 22:50
Jakarta: Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Laode Syarif merasa tersayat melihat Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan Kayat menjadi tersangka operasi tangkap tangan. Dia prihatin melihat penegak hukum di Indonesia lemah karena buaian uang.
 
"Ini kepolisian dan kejaksaan sudah bekerja sekuat tenaga untuk kasus ini. Namun disesatkan oleh suap oleh hakimnya," kata Laode di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Pusat, Sabtu 4 Mei 2019.
 
KPK tidak habis pikir dengan perbuatan Kayat. Dia mengatasnamakan KPK meminta kepada penegak hukum agar independen dalam melakukan penindakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"KPK merasa prihatin dan meminta dan berharap agar seluruh aparat penegak hukum bekerja bahu membahu meningkatkan kualitas penegakan hukum Indonesia agar korupsi di peradilan negeri dibersihkan," ujar Laode.
 
Laode tidak ingin kejadian permainan suap yang dilakukan oleh Kayat kembali terulang. Menurutnya, jika Hakim masih bisa disuap maka kriminalitas dan korupsi di Indonesia akan tetap merajalela.
 
"Karena penegak ini seharusnya yang paling bersih. Itu harus bersih dulu baru bisa yang lain. Kami mengimbau penegak hukum untuk perkuat," tutur Laode.
 
Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka atas operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap di Pengadilan Negeri Balikpapan yang dilakukan Jumat 4 Mei 2019 sore. Tiga orang ini ditetapkan atas lima orang yang terjaring OTT kemarin.
 
"Ketiga orang ini berinisial KYT yang merupakan hakim PN Balikpapan, SDM yang merupakan pemberi suap dan JHS yang berprofesi sebagai advokat," kata wakil ketua KPK Laode Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Pusat, Sabtu 4 Mei 2019.
 
SDM melakukan suap kepada KYT untuk membebaskannya dari kasus sengketa laham di Balikpapan pada tahun 2018 lalu. Awalnya, SDM menjanjikan KYT uang sebesar Rp 500 juta saat tanahnya laku. Pemberian dana oleh SDM baru dilakukan pada hari Jumat 3 Mei 2019 dengan jumlah sebesar Rp 228,5 juta.

 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif