Petugas gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri, dan satpol PP menertibkan sejumlah baliho dan spanduk-spanduk yang tidak memiliki izin di Ibu Kota. Foto: MI/Andi Widiyanto
Petugas gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri, dan satpol PP menertibkan sejumlah baliho dan spanduk-spanduk yang tidak memiliki izin di Ibu Kota. Foto: MI/Andi Widiyanto

TNI Dinilai Boleh Menurunkan Baliho untuk Meredam Perpecahan di Masyarakat

Nasional tni fpi Muhammad Rizieq Shihab
Fachri Audhia Hafiez • 22 November 2020 14:20
Jakarta: Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai TNI dipernolehkan menertibkan sejumlah baliho di DKI Jakarta. Tentara dapat bergerak ketika ada peristiwa yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
"Ketika tak seorang aparatur pemerintah berani bersikap, tentu sangat wajar TNI bergerak mencabuti baliho tersebut," kata Neta saat dihubungi Medcom.id, Minggu, 22 November 2020.
 
Menurut Neta, tugas TNI di bidang pertahanan sesuai fungsi bisa melakukan pengendalian di wilayah sipil. Keterlibatan TNI dibutuhkan ketika Satpol PP dan Polri tidak bergerak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Neta mengungkapkan, Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI mengatur di luar operasi militer selain perang, TNI bisa bergerak mengendalikan situasi demi keutuhan NKRI. Dia menilai tepat bila TNI mencabut baliho Rizieq Shihab yang bersifat provokatif.
 
"Sikap Rizieq dan baliho yang terpasang itu bisa menimbulkan perpecahan masyarakat Indonesia," ucap Neta.
 
IPW juga sepakat dengan perintah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman untuk menurunkan baliho Rizieq Shihab. Perintah itu diangggap sebagai kerangka penegakan hukum ketika aparat lain membiarkan baliho tersebut berdiri.
 
"Jadi apa yang dilakukan TNI itu harus dilihat sebagai upaya bahwa negara tidak boleh kalah oleh siapa pun yang melanggar hukum, terutama oleh Rizieq dan Front Pembela Islam (FPI)," kata Neta.
 
Baca: Negara Harus Hadir Menyelesaikan Masalah di Daerah
 
Personel TNI terekam video menurunkan spanduk dan baliho Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Dudung menyatakan penurunan baliho dan spanduk itu perintahnya langsung.
 
"Pasalnya, beberapa kali Satpol PP menurunkan baliho, tapi (baliho) kembali dinaikkan," ucap Dudung usai apel gelar pasukan jelang Pilkada Serentak 2020 dan penanggulangan banjir di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat 20 November 2020.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif