Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: Antara/M Risyal Hidayat.
Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: Antara/M Risyal Hidayat.

Firli Mengaku Pernah Bertemu Bupati Muara Enim

Nasional kasus suap
Kautsar Widya Prabowo • 18 Januari 2020 06:32
Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengaku sempat bertemu dengan Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani pada 31 Agustus 2019. Namun ia memastikan pertemuan tersebut tidak membicarakanmasalah rasuah.
 
"Enggak ada pembahasan apa-apa, orang baru pulang haji. Bertemu boleh dong," ujar Firli di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Januari 2020.
 
Firli menekankan, ia bebas bertemu dengan siapa pun sesuai dengan kapasitasnya. Ia mengaku tidak mengetahui kasus suap yang menyeret Ahmad Yani. "Tidak tahu, saya tidak tahu sama sekali, dan tidak terlibat apapun," terangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kuasa hukum Ahmad Yani, Maqdir Ismail, menyebut nama Firli dalam nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang. Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas PUPR Muara Enim Evelyn MZ Muchtar selaku penyuap disebut akan memberikan uang kepada Firli.
 
Menurut Maqdir, Ahmad Yani tidak berniat meminta komitmen fee sebesar Rp22 miliar dari kontraktor Robi Pahlevi yang juga telah berstatus terdakwa. Komitmen fee tersebut diberikan agar Elvyn mengupayakan mengatur jalannya 16 paket proyek.
 
Proyek tersebut senilai Rp132 miliar. Uang itu diduga juga bagian yang akan diberikan ke Firli selaku Kapolda Sumatera Selatan sebanyak USD35 ribu atau sekitar Rp500 juta.
 
Robi diduga bernafsu mendapatkan proyek itu. Elvyn pun menghubungi keponakan Firli yang bernama Erlan untuk memberi tahu titipan uang.
 
Menurut Maqdir, Erlan akan menyampaikan pesan itu kepada Firli. Erlan menyebut Firli kerap menolak pemberian fulus seperti itu.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif