Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono. Antara
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono. Antara

Pelapor Pendiri Kasksus Jadi Tersangka

Nasional penipuan pencemaran nama baik
Siti Yona Hukmana • 30 Juni 2020 19:40
Jakarta: Pelapor pendiri Kaskus Andrew Darwis, Jack Boyd Lapian (JBL) dan Titi Sumawijaya Empel (TSE), ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya terbukti melakukan tindak pidana pencemaran nama baik.
 
"Dari hasil gelar perkara tersebut diputuskan bahwa saudara JBL dan saudari TSE statusnya dinaikan dari saksi menjadi tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Awi mengatakan penyidik telah memeriksa sebanyak 14 orang saksi sebelum melakukan gelar perkara. Mereka di antaranya ahli bahasa dan ahli pidana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rencananya, para tersangka akan diperiksa pada Kamis, 2 Juli 2020. "Surat panggilan sudah dikirimkan sejak 29 Juni 2020," ujar Awi.
 
Jack dikenakan Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jack terancam hukuman paling lama empat tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp750 juta.
 
Sementara itu, Titi dijerat Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Pasal 311 KUHP tentang Fitnah. Titi terancam hukuman paling lama empat tahun penjara.
 
Baca: Founder Kaskus Laporkan Pencemaran Nama Baik
 
Andrew sebelumnya melaporkan Jack dan Titi atas dugaan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri. Laporan Andrew terdaftar dengan nomor LP/B/097/XI/2019/Bareskrim pada 13 November 2019.
 
Andre tak terima karena Titi bersama Jack, selaku kuasa hukum, melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Andrew diadukan ke polisi karena disebut telah melakukan penipuan dalam meminjamkan uang.
 
Jack mengatakan kasus ini bermula saat Titi meminjam uang kepada David Wira yang diduga tangan kanan Andrew dengan jaminan sertifikat gedung. Namun uang yang diterima Titi tidak sesuai dengan perjanjian awal.
 
"Dari pinjaman Rp15 miliar yang terealisasi Rp5 miliar," kata Jack Lapian, Senin, 16 September 2019.
 
Setelah Titi menerima uang tersebut, sertifikat gedung yang diagunkan pun beralih nama menjadi Andrew Darwis. Pengalihan nama sertifikat ini yang dipersoalkan ke polisi.
 
Jack mengatakan kliennya meminjam uang pada November 2018 dengan masa pinjaman selama 13 tahun. Namun, baru sebulan pinjaman berjalan sertifikat gedung milik Titi telah berubah nama. Mulanya menjadi atas nama Susanto sebelum akhirnya berubah kembali dengan nama Andrew Darwis.
 
"Sertifikat itu diagunkan oleh Andrew Darwis ke UOB Bank," ungkap Jack.
 
Titi kemudian melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada 13 Mei 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/2959/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan pelapor atas nama Titi Sumawijaya, dan terlapor Andrew Darwis.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif