Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)

Terduga Teroris Klaten Diduga Tenggak Asam Klorida

Nasional terorisme teroris
Lukman Diah Sari • 21 Maret 2019 22:39
Jakarta: Hasil autopsi jenazah terduga teroris Y alias Khodijah menunjukkan adanya cairan asam klorida atau HCl di lambung Y. Terduga teroris asal Klaten itu diduga bunuh diri saat dirawat di Rumah Sakit Polri.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk memastikan bahan kimia yang masuk ke tubuh Y.
 
“Temuan di dalam perut sudah jelas kandungan asam klorida, tinggal dicocokkan ada berapa barang di TKP cocok enggak, identik enggak dengan yang ada di dalam perut,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dokter RS Polri Kramat Jati, Asri, mengatakan di dalam lambung Y terdapat asam klorida dengan konsentrasi 8,5 persen. Akibat menelan itu, organ cerna mulai dari mulut hingga lambung Y mengalami kerusakan parah.
 
"Korban mengalami pendarahan hebat. Cairan ini ada di lambung. Kita tidak tahu dia konsumsi apa, tapi zat asam sebesar itu tidak alami ada di tubuh manusia," beber dia.
 
Asri menyebut pihaknya tidak mengetahui sesuatu yang dimakan atau diminum oleh Y hingga menyebabkan tewas. Dokter spesialis forensik Mabes Polri Kombes Eddy mengatakan tak bisa menentukan bahan yang dikonsumsi Y.
 
"Tapi kita cari tahu sebab dan proses meninggalnya," ucap dia.
 
Kematian Y disebabkan karena kerusakan saluran pencernaan hingga menghasilkan pendarahan. Sehingga disimpulkan asam lambung.
 
"Tapi ini asam lambung dari mana, masih diusut," imbuh dia.
 
Eddy mengungkapkan cairan asam klorida mudah ditemukan. Salah satunya, cairan pembersih lantai.
 
Baca:Terduga Teroris Klaten Diduga Bunuh Diri di Rumah Sakit
 
"Tapi konsentrasinya berbeda-beda. Nanti tunggu pengembangan penyidik," jelas dia.
 
Terduga teroris yang baru saja ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Y, meninggal di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, pada Senin, 18 Maret 2019. Dia meninggal diduga karena sakit pada bagian lambung.
 
Perempuan berusia 35 tahun itu meninggal setelah empat hari sebelumnya ditangkap Densus 88 di kampungnya, Desa Joton, Jogonalan, Klaten.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif