Pembunuh Ciktuti Diberi Perlakuan Khusus

Siti Yona Hukmana 26 November 2018 06:01 WIB
pembunuhan
Pembunuh Ciktuti Diberi Perlakuan Khusus
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Jakarta: Pembunuh pemandu karaoke Ciktuti Iin Puspita (CIP), Nissa Regina (NR) diperlakukan secara khusus. Pasalnya, Nissa di bawah umur, yakni 17 tahun. 

"Iya, orang di bawah umur itu perlakuannya khusus, penjaranya khusus, pemeriksaannya cepat dan ada pendampingan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 25 November 2018.

Ciktuti dibunuh oleh Yustian dan Nissa Regina pada Minggu, 18 November 2018 pukul 20.00 WIB. Mayat Ciktuti ditemukan Selasa, 20 November 2018 di dalam lemari rumah indekos di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. 


Iin dibunuh dengan memukul bagian kepalanya menggunakan palu sebanyak satu kali oleh Yustian. Sementara, Nissa pemberi saran untuk memasukkan Iin ke dalam lemari dan ikut menyeret Iin. 

Jasad Iin sengaja diletakkan dalam lemari supaya tidak diketahui orang. Yustian dan Nissa bahkan sempat membersihkan lokasi pembunuhan. 

Setelah membersihkan jejak pembunuhan, dan memasukkan Iin ke dalam lemari, mereka kabur. Namun, pelarian dua sejoli itu berakhir setelah polisi menangkap di Merangin, Jambi pada Selasa, 20 November 2018. 

Indra mengaku masih mendalami motif pembunuhan itu. Sementara saat ini, kedua tersangka mengaku secara spontan membunuh Iin.

"Kita harus tahu jalan ceritanya seperti apa. Mulai ributnya seperti apa dari awal, sehingga kita menentukan apakah dia berencana melakukan pembunuhan atau memang spontan. Sementara ini kan spontan. Tapi, dugaan kita tetap masih Pasal 338 KUHP," ujar Indra. 

Dalam Pasal 338 KUHP itu, menyatakan bahwa barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dihukum mati dengan hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun penjara. 




(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id