Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Siang Ini, Febri Diansyah Dampingi Putri Candrawathi Wajib Lapor di Bareskrim

Siti Yona Hukmana • 30 September 2022 08:46
Jakarta: Putri Candrawathi, tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J menjalani wajib lapor di Bareskrim Polri siang ini. Dia akan didampingi kuasa hukum Febri Diansyah.
 
"Sebagai bentuk sikap koperatif, tim kuasa hukum akan mendampingi Bu Putri Candrawathi untuk melakukan wajib lapor ke Bareskrim Polri siang ini," kata Febri dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 September 2022.
 
Febri mengatakan komitmen tim dan Putri sama. Yakni memenuhi semua kewajiban hukum seperti jadwal pemeriksaan sekaligus wajib lapor. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Putri dikenakan wajib lapor selama dua kali dalam sepekan, yakni Senin dan Jumat. Wajib lapor dikenakan karena Putri tidak ditahan. 
 
"Karena berkas telah dinyatakan P-21 (lengkap), maka tim kuasa hukum akan fokus mempersiapkan proses tahap II (pelimpahan tersangka dan barang bukti) bersama klien kami," ujar mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.
 
Febri menyampaikan pesan-pesan kliennya tersebut. Istri Ferdy Sambo itu berharap proses persidangan dapat segera dilakukan.
 
"Berkomitmen memenuhi semua jadwal persidangan dan bersikap koperatif. Ini merupakan wujud kepatuhan terhadap hukum yang berlaku," ucap Febri.
 

Baca juga: Penunjukan Febri Diansyah Sebagai Kuasa Hukum Putri Candrawathi Dinilai Tak Ada Pelanggaran


 
Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J bersama empat orang lainnya. Keempat tersangka lainnya ialah Ferdy Sambo; Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu; Bripka Ricky Rizal; dan Kuat Ma'ruf (asisten rumah tangga sekaligus sopir Putri).
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
 
Polri rencana menyerahkan tanggung jawab kelima tersangka ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin, 3 Oktober 2022. Penyerahan dilakukan di Gedung Bareskrim Polri.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif