Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kanan) menyaksikan petugas menunjukkan barang bukti operasi tangkap tangan ( OTT) Bupati Indramayu Supendi di gedung KPK Jakarta. Foto: ANT
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kanan) menyaksikan petugas menunjukkan barang bukti operasi tangkap tangan ( OTT) Bupati Indramayu Supendi di gedung KPK Jakarta. Foto: ANT

Suap Bupati Indramayu Pakai Kode ‘Mangga Manis'

Nasional kasus suap OTT KPK
Juven Martua Sitompul • 16 Oktober 2019 05:58
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kode atau sandi korupsi di kasus dugaan suap dan gratifikasi pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu. Kode yang digunakan untuk bertransaksi dalam kasus ini, yaitu ‘mangga manis’.
 
Kode ini diketahui saat KPK menerima informasi adanya dugaan permintaan uang dari Bupati Indramayu, Supendi kepada Carsa selaku pihak swasta penggarap sejumlah proyek di Pemkab Indramayu. Carsa diduga menghubungi ajudan bupati dan menyampaikan uang akan diberikan melalui supir bupati.
 
“CAS meminta supir bupati untuk bertemu di toko penjual mangga di pasar dan menyampaikan bahwa ia sudah menyiapkan ‘mangga yang manis’ untuk Bupati,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, Carsa juga meminta supir bupati datang menggunakan motor yang memiliki bagasi di bawah jok. Fungsinya, untuk menyimpan uang suap.
 
Setelah sampai di lokasi yang dijanjikan, anak buah Carsa menaruh uang sebesar Rp100 juta dalam kresek hitam dan menaruhnya ke jok motor supir bupati. Selanjutnya, uang dibawa ke rumah dinas bupati melalui pintu belakang.
 
“Setelah melakukan pemantauan dan memastikan adanya penyerahan uang dari CAS, swasta kepada SJ sebagai perantara yang menerima uang untuk bupati, tim kemudian mengamankan beberapa orang di tempat berbeda,” ujar Basaria.
 
Basaria mengatakan ada delapan orang yang diamankan dalam operasi senyap ini. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik hanya menetapkan empat orang sebagai tersangka.
 
Mereka yakni Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wempy Triyono. Ketiganya dijadikan tersangka penerima suap.
 
Sedangkan Carsa ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Carsa disinyalir kerap memberikan 'upeti' kepada Supendi dan kepala dinas untuk mendapatkan proyek di Indramayu.
 
Total ada tujuh proyek yang digarap perusahaan Carsa dengan nilai kontrak mencapai Rp15 miliar. Poyek pembangunan jalan itu dikerjakan oleh perusahaan CV Agung Resik Pratama dan beberapa perusahaan lain yang benderanya dipinjam Carsa.
 
Tujuh proyek yang jadi bancakan Supendi kroni yakni pembangunan Jalan Rancajawad, pembangunan Jalan Gadel, dan pembangunan Jalan Rancasari IV. Selanjutnya, pembangunan Jalan Pule, pembangunan Jalan Lemah Ayu IV, pembangunan Jalan Bondan-Kedungdongkal, dan pembangunan Jalan Sukra Wetan-Cilandak.
 
“Pemberian yang dilakukan Carsa pada Supendi dan Omarsyah selaku Kepala Dinas PUPR diduga merupakan bagian dari komitmen fee 5-7 persen dari nilai proyek,” pungkas Basaria.
 

 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif