Senior Vice President Corporate Secretary Group Mandiri Rohan Hafas (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (tengah). Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Senior Vice President Corporate Secretary Group Mandiri Rohan Hafas (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (tengah). Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Bank Mandiri Laporkan Media Online ke Polisi

Nasional hoax
Siti Yona Hukmana • 15 Agustus 2019 15:03
Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri melaporkan portal berita FNN.co.id ke Polda Metro Jaya. Laporan itu dilayangkan buntut pemberitaan dengan judul 'Dijebol Syber Rp9 Triliun, Bank Mandiri Segera Bangkrut?'.
 
"Kami menyatakan bahwa 100 persen berita yang terpampang di FNN.co.id itu adalah berita hoaks dan tidak ada yang kami alami seperti yang disampaikan," kata Senior Vice President Corporate Secretary Group Mandiri Rohan Hafas di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Rofan memolisikan Forum News Network atau FNN.co.id itu pada Rabu, 14 Agustus 2019. Laporan telah diterima penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hari ini kami hadir atas permintaan dari Polda untuk dimintai keterangan berdasarkan laporan yang kami buat kemarin," ujar Rofan.
 
Rofan menjelaskan berita itu menuding Bank Mandiri merugi Rp9 triliun setelah mengalami serang siber. Bank Mandiri pun merasa dirugikan dari sisi kepercayaan masyarakat karena pemberitaan itu.
 
"Kepercayaan masyarakat paling penting dari industri perbankkan, karena dengan kepercayaan itu lah orang nabung di sebuah bank," tuturnya.
 
Baca: Bank Mandiri Bantah Isu Serangan Siber dan Kebangkrutan
 
Apalagi, pemberitaan itu menyebutkan Bank Mandiri bangkrut dan diambil alih Tiongkok. "Itu berita garis besarnya seperti itu dan kami enggak tahu motifnya. Tapi, itu sangat enggak ada dasar apapun, tidak ada kerugian dialami dan tidak ada serangan siber, tidak ada Tiongkok yang ambil Bank Mandiri," jelas Rofan.
 
Rofan menegaskan, Bank Mandiri adalah bank terbesar dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rofan yakin jika ada masalah dengan perusahaannya OJK pasti akan konsentrasi menanganinya.
 
"Kami tidak ingin ini terulang, karena bank adalah institusi keuangan yang rentan sekali dengan isu yang bisa menganggu ekonomi dan negara," harapnya.
 
Dalam laporannya, Rofan memberikan sejumlah barang bukti. Di antaranya website FNN.co.id dan halaman-halaman postingan pertama kali di Facebook.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan laporan dari Bank Mandiri itu akan diselidiki. Kemudian, setelah memeriksa pelapor yakni pihak Bank Mandiri, penyidik akan memeriksa saksi terlapor.
 
"Ini sudah kita lakukan klarfikiasi dari pihak Bank Mandiri. Setelah itu akan memeriksa terlapor," pungkas Argo.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif