Kapolri Jenderal Tito Karnavian. ANT/Dhemas Reviyanto.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. ANT/Dhemas Reviyanto.

Kapolri Keluhkan Penumpukan Jumlah Pamen

Nasional polri
Cindy • 17 Juli 2019 15:10
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ada ratusan perwira menengah tinggi berpangkat komisaris besar (kombes) berkompetisi menjadi perwira tinggi (pati) bintang satu. Sementara, hanya tersedia dua atau tiga jabatan untuk pangkat brigadir jenderal.
 
“Ada 13 angkatan, perwira menengah (kombes) sudah sekolah di Sesko TNI, Lemhanas, lebih dari 400. Sementara yang pensiun bintang satu (Brigjen), hanya 2-3 orang per bulan," kata Tito di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2019.
 
Dalam satu tahun, hanya 36 perwira tinggi yang pensiun. Sementara minat personel menjadi pati begitu tinggi. "Animonya 400 tiap tahun. Dan terus bertambah. Ada bottleneck luar biasa,” ucap Tito.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Perwira TNI-Polri Diminta Bekerja Cerdas
 
Tito menjelaskan terdapat perbedaan idealisme dan etos kerja antara kombes senior dan junior. Kombes junior lebih dipilih mengisi jabatan perwira tinggi karena memiliki semangat kerja.
 
“Yang repot, kombes senior ini rata-rata bagian tengah, sementara junior itu bagian puncaknya, idealisme tinggi, keinginan kerja tinggi. Ini sosiometrik kerjanya. Organisasi tentu cari yang terbaik,” beber dia.
 
Tito menuturkan sebelumnya telah mewisuda 330 perwira lulusan Akademi Polisi di Istana Negara. Ia berencana membatasi lulusan Akademi Polisi untuk mengurai masalah penumpukan perwira menengah ini.
 
“Saya bayangkan ke depan, saya pengen batasi 200 saja. Terlalu banyak ini, dan terlalu banyak presure-nya. Ini akan jadi time bomb, bottleneck lebih besar lagi,” imbuh Tito.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif