Ilustrasi ganja untuk medis. Foto: Dok/istimewa
Ilustrasi ganja untuk medis. Foto: Dok/istimewa

Penjelasan Ahli Kenapa Ganja Bisa Mengandung Psikotropika

Anggi Tondi Martaon • 30 Juni 2022 20:49
Jakarta: Guru besar dan peneliti dari Universitas Syiah Kuala Musri Musman menjelaskan ganja yang belum diproses tidak mengandung psikotropika. Ada proses yang membuat tanaman tersebut mengandung zat yang berdampak buruk terhadap otak.
 
"Jadi dia tidak serta merta menjadi THC (tetrahidrokanabinol, sebuah zat psikotropika di ganja)," kata Musri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juni 2022.
 
Dia menjelaskan asal usul kandungan ganja berdasarkan metabolisme berasal dari olivetolic acid dan geranyl pyrophosphate. Kedua kandungan itu kemudian membentuk Cannabigerolic acid (CBGA).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi daun dan bunga ganja tadi kalau masih dalam keadaan segar itu tidak ada THC-nya, itu obat-obatan, itu CBGA," ungkap dia.
 
Baca: Minyak Biji Ganja Disebut Bisa Mengatasi Stunting
 
Jika terpapar matahari tinggi, barulah terjadi perubahan kandungan. Yakni, CBGA berubah menjadi asam THC acid (THCA).
 
"Tapi itu bukan THC. Itu merupakan asam, itu obat. CBDA (cannabidiolic acid) itu obat, CBGA (cannabigerolic acid) itu (juga) obat," ungkap dia.
 
Dia menyampaikan kandungan THC atau kandungan psikotropika pada ganja muncul setelah terjadi proses dekarboksilasi. Seperti dibakar menjadi rokok.
 
"Jadi dia tidak serta merta menjadi THC," sebut dia.
 
Sehingga, pemanfaatan ganja tergantung pada proses pengolahannya. Namun, dari semua kandungan tersebut, hanya THC bisa menghasilkan halusinasi.
 
"Sedangkan CBD, CBG, dan CBC itu merupakan bahan baku obat-obatan," ujar dia.
   
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif