Ilustrasi. (Medcom.id)
Ilustrasi. (Medcom.id)

Polri Bidik Perusahaan Lain dalam Kasus Gagal Ginjal Akut

Siti Yona Hukmana • 29 November 2022 11:31
Jakarta: Polri membidik perusahaan-perusahaan lain dalam kasus gagal ginjal akut yang menewaskan ratusan anak di sejumlah wilayah Indonesia. Perusahaan itu kini tengah diselisik.
 
"Kita lagi ada perusahaan-perusahaan lain yang kita lengkapi alat buktinya," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dikonfirmasi, Selasa, 29 November 2022.
 
Pipit mengatakan setelah mengantongi alat bukti pihaknya akan menggelar perkara. Hal itu guna membuktikan ada tidak unsur pidana yang dilakukan perusahaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti kita tunggu saja ya hasil pembuktian yang sedang dilakukan oleh penyidik. Sekarang sedang didalami, kalau alat buktinya cukup kita naikkan ke penyidikan," ujar jenderal bintang satu itu.
 
Namun, Pipit tak menyebut nama perusahaan-perusahaan tersebut. Begitu pula sebaran lokasi perusahaan-perusahaan itu.

Baca: Bareskrim Polri Cekal Bos CV Samudra Chemical


Sebab dia mengedepankan asas praduga tak bersalah. Dia memastikan akan mengumumkan bila sudah mengantongi unsur pidana.
 
"Ya di beberapa tempat ya. Nanti kita umumkan pastinya ya. Tidak bisa disebutkan sekarang kalau belum pasti. Nanti dilakukan gelar perkara dulu gitu ya," ungkap ketua tim investigasi kasus gagal ginjal akut itu.

5 Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

Total sudah ada lima tersangka dalam kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak. Satu tersangka perorangan berinisial E yang merupakan pemilik CV Samudra Chemical dan empat perusahaan.
 
Dua tersangka korporasi ditetapkan Bareskrim Polri ialah CV Samudra Chemical selaku distributor bahan baku obat dan PT Afi Farma Pharmaceutical Industries selaku perusahaan farmasi. Kemudian, dua tersangka korporasi lainnya ditetapkan Deputi Penindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
 
Keduanya ialah perusahaan farmasi PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries. Keempat perusahaan itu ditetapkan sebagai tersangka karena memproduksi obat sirop mengandung etilen glikol (EG), dan dietilen glikol (DEG). Khusus, CV Samudra Chemical melakukan pengoplosan propilen glikol (PG) menggunakan EG dan DEG.
 
Cemaran EG dan DEG pada obat sirop itu melebihi ambang batas aman, yang menimbulkan kasus gagal ginjal akut atau Gangguan Ginjal Akut Atipikal Progresif (GgGAPA) di Indonesia. Total 202 anak meninggal akibat gangguan ginjal akut per Senin, 28 November 2022.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif