Juru bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam telekonferensi, Minggu, 3 Januari 2021. Foto: Dok Kemenkes
Juru bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam telekonferensi, Minggu, 3 Januari 2021. Foto: Dok Kemenkes

Kemenkes Siapkan Faskes Layani Pasien Hepatitis Akut

Antara • 14 Mei 2022 07:38
Jakarta: Fasilitas kesehatan (faskes) di tingkat pusat hingga daerah dipastikan siap melayani pasien yang menderita hepatitis akut. Pemerintah juga sudah menyiapkan RSPI Sulianti Saroso sebagai rumah sakit rujukan nasional.
 
“Sementara untuk rujukan nasional, kita sudah siapkan di RSPI Sulianti Saroso. Tapi di setiap provinsi kita ada rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan yang juga siap untuk memberikan pengobatan,” kata juru bicara vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam Webinar Jaga Anak dari Hepatitis Akut yang diikuti di Jakarta, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Kemenkes juga telah menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan jaringan spesialis anak di seluruh kabupaten/kota untuk memantau dan mengikuti secara lebih lanjut perkembangan dari tata laksana hepatitis akut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk melakukan tata laksana pada kasus-kasus hepatitis akut bergejala berat, terang dia, Kemenkes menyediakan pemeriksaan melalui empat laboratorium yang dapat dijadikan rujukan, yakni RSPI Sulianti Saroso, Laboratorium Nasional di Litbangkes Kemenkes, Laboratorium Nasional Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sri Oemijati, dan laboratorium di Nusantik.
 
“Ini adalah beberapa laboratorium yang kita siapkan kalau daerah akan mengirimkan pasien,” ujar dia.
 
Baca: 7 Pasien Meninggal Diduga Hepatitis Akut Telat Dirujuk ke RS
 
Pada tingkat daerah, Kemenkes sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan rumah sakit umum daerah sebagai rujukan dari penanganan kasus hepatitis akut di wilayah masing-masing. Penyiapan fasilitas kesehatan sampai dengan tingkat daerah merupakan upaya untuk menyelamatkan pasien dari kemungkinan terburuk hepatitis akut dan mempercepat penanganan melalui deteksi dini.
 
Menurut Nadia, hepatitis akut tidak bisa diremehkan dan setiap pihak harus terus waspada memberikan proteksi kepada anak-anak. Sebab, penyebab atau jenis virus yang menyebabkan hepatitis akut belum diketahui.
 
Dia meminta semua pihak menerapkan hidup sehat dan bersih melalui rajin mencuci tangan, memakan dan meminum makanan yang sudah matang, melengkapi imunisasi anak dengan vaksinasi hepatitis B, termasuk memakai masker. Sebab, penularan hepatitis akut diduga dari udara.
 
“Kita dianjurkan untuk segera mendapatkan vaksinasi hepatitis B pada anak dan yang paling penting adalah deteksi dini. Oleh karena itu, kalau orang tua melihat ada anak dengan keluhan mual, muntah atau mengalami diare, segera bawa ke Puskesmas. Jangan menunggu anak terkena kuning dulu,” ujar Nadia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif