ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Gubernur Larang Hewan Ternak dari Daerah Terinfeksi Masuk ke NTT

Nasional Hewan Ternak sapi NTT Penyakit Mulut dan Kuku
Antara • 14 Mei 2022 10:16
NTT: Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat mengeluarkan instruksi bernomor 01/Disnak/2022. Instruksi itu berisi larangan masuk berbagai hewan ternak serta produk turunannya, seperti daging, susu, semen, dan kulit, ke NTT.
 
Instruksi gubernur ditujukan kepada seluruh kepala daerah di NTT. Perintah itu juga ditujukan ke serta kepala balai karantina, Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan Kupang, kepala otoritas bandar udara di wilayah NTT serta Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende.
 
Dalam instruksi tersebut, Gubernur NTT meminta seluruh kepala daerah dan pihak terkait melarang sementara hewan ternak dan produk asalnya dari daerah-daerah tertular, masuk ke NTT. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ini banyak ditemukan di Jawa Timur, Aceh, Jawa Barat, dan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Khusus untuk bupati/wali kota harap tingkatkan kewaspadaan terhadap setiap tanda klinis pada ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi yang mengarah ke penyakit PMK," kata Viktor, Sabtu, 14 Mei 2022.
 
Baca: 536 Sapi di Bangka Belitung Terinfeksi PMK
 
Hewan ternak yang terpapar PMK memiliki ciri-ciri, suhu tubuh di atas 41 derajat Celecius, luka atau lepuh berisi cairan bening, seperti sariawan pada lidah sebelah atas.
 
Kemudian luka di bibir bagian dalam dan gusi, nafsu makan hewan menurun drastis, hipersalivasi, luka pada kuku yang mengakibatkan kuku terlepas, sehingga menyebabkan pincang dan ternak susah berdiri. Viktor mengatakan proses pengawasan harus melibatkan petugas dari masing-masing pusat kesehatan hewan.
 
"Di samping itu kami membentuk satgas gugus pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah kerja masing-masing dengan melibatkan pihak terkait yang bertugas secara rutin melakukan pengawasan pada pintu-pintu masuk darat dan laut di wilayah NTT," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Karantina Hewan NTT Yulius Umbu H mengatakan petugas karantina bersama dinas peternakan memantau di daratan Pulau Timor.
 
"Minggu lalu kami sudah lakukan pemantauan di daratan Timor. Untuk sidak ke mall-mall akan kami koordinasikan lagi," ujar Yulius.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif