Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

1.000 Spesimen Tes Usap Menumpuk di Labkesda Kabupaten Bogor

Nasional Virus Korona covid-19
Antara • 06 Oktober 2020 20:42
Cibinong: Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku kesal kepada Dinas Kesehatan (Dinkes). Lantaran 1.000 spesimen hasil tes usap menumpuk di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
"Akhir September masih ada 1.000 spesimen belum dilakukan uji laboratorium karena menunggu antrean," ungkapnya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 6 Oktober 2020.
 
Berdasarkan laporan yang ia terima, Dinkes Kabupaten Bogor mampu melakukan 300 kali sampai 400 kali melakukan pengambilan spesimen melalui tes usap per hari. Tapi, kemampuan pengujian menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) baru 200 spesimen per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ade mengungkap, Dinkes Kabupaten Bogor tercatat baru melakukan tes PCR terhadap 21.986 spesimen selama pandemi. Angka tersebut masih jauh dari yang ditargetkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni 1 persen dari jumlah penduduk atau 60 ribu tes PCR.
 
"Dinkes agar menjelaskan berapa ketersediaan PCR sekarang dan segera mengaktifkan Labkesda," terangnya.
 
Baca:Masyarakat Diharap Bisa Tes Usap Mandiri
 
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Dedi Syarif, menyebutkan Pemkab Bogor memiliki enam unit alat PCR. Tapi empat di antaranya belum bisa digunakan.
 
"Baru (alat PCR) RSUD Cibinong dan Ciawi yang sudah terintegrasi atau teregister dengan Litbangkes Pusat," ungkapnya.
 
Alat PCR tersebut tersebar di masing-masing rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Bogor, yakni di Ciawi, Cibinong, Cileungsi, dan Leuwiliang sudah memiliki alat PCR.
 
Kemudian, dua unit lainnya ada di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Mobile Lab Biosafety Level (BSL) 2.
 
Ia mengaku kewalahan banyaknya spesimen hasil tes usap yang masuk lantaran kurva jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 per harinya meningkat tajam sejak September 2020.

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif