Peneliti kajian Papua Adriana Elisabeth (kedua kiri) bersama dengan Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden Theofransus Litaay (kanan) dan Mantan Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) Letnan Jenderal (Purn) Bambang Da
Peneliti kajian Papua Adriana Elisabeth (kedua kiri) bersama dengan Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden Theofransus Litaay (kanan) dan Mantan Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) Letnan Jenderal (Purn) Bambang Da

Utamakan Pembangunan SDM Papua

Nasional pembangunan infrastruktur
Media Indonesia • 15 Desember 2018 10:16
Jakarta: Pembangunan infrastruktur akan menjadi percuma jika pemerintah abai terhadap pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam aspek pendidikan dan kesehatan. 

"Pembangunan sumber daya manusia di Papua belum optimal. Makanya harus pula menjadi fokus pemerintah," kata peneliti LIPI Adriana Elisabeth dalam diskusi bertajuk Bara di Tanah Papua yang diselenggarakan Media Indonesia bekerja sama dengan Komunitas Koperasi Kopi Indonesia (Kokopi) Most Radio 105,8 FM, dan TVDesa di Shanghai Blue, Jakarta, Jumat, 15 Desember 2018.

Diskusi yang dipandu Kadiv Content Enrichment Media Indonesia Ade Alawi itu menghadirkan pembicara lain seperti mantan Ketua Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B) Bambang Darmono dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden Theofransus Litaay.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Adriana mengatakan Papua sebenarnya memiliki potensi untuk maju dalam hal pendidikan. Ketika meneliti di Papua, Adriana mengatakan ia menemukan adanya generasi muda yang potensial dan memiliki visi yang bagus ke depannya. "Ada intelektual Papua yang cerdas dan punya pandangan yang bagus untuk tanah kelahirannya, tapi selama ini tidak dibahas karena selalu sibuk dengan pertikaian," kata Adriana.

Maka dari itu, ia meminta pemerintah untuk mengakomodasi generasi muda potensial tersebut. Ia meminta adanya kesungguhan dari pemerintah menyangkut keberlanjutan pendidikan di Papua.

"Harus ada kesungguhan dari pemerintah dan menjadikan mereka bagian dari segala aspek pembangunan yang dibawa pemerintah pusat," kata Adriana.

Dalam menanggapi hal itu, Theofransus Litaay mengatakan Presiden Jokowi telah mendengar langsung keluhan dan permintaan dari masyarakat Papua. Hal itu dibuktikan dengan sepuluh kali kunjungan yang merupakan paling banyak yang dilakukan Presiden RI.

"Kunjungan Presiden ke Papua itu mendengar dan bertanya langsung apa kebutuhan masyarakat Papua dan hasilnya langsung pula dikoordinasikan dengan pemerintah daerah," ujar Theofransus.

Mantan Ketua UP4B Bambang Darmono mengatakan pendekatan sosial ekonomi juga perlu ditonjolkan pemerintah.

Masyarakat Papua, kata Bambang, butuh bukti konkret yang memperlihatkan upaya pemerintah dalam peningkatan ekonomi. "Pencapaian ekonomi dan pembangunan infrastruktur perlu untuk memperlihatkan ada upaya dan perhatian pemerintah membangun Papua," tukasnya.


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi