Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Istimewa.
Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Istimewa.

Bendungan Rotiklot Bisa Tampung 3,3 juta Meter Kubik Air

Nasional bendungan
Al Abrar • 14 Desember 2018 15:37
Atambua: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan proyek Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bendungan yang mampu menampung 3,3 juta meter kubik air itu sudah dilakukan pengisian, Kamis, 13 Desember 2018.
 
“Kunci kemajuan di NTT adalah air. Ketersediaan air dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan dan lainnya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.
 
Dirjen SDA Hari Suprayogi mengatakan proses pengisian Bendungan Rotiklot dilakukan setelah memperoleh sertifikat dari Komisi Keamanan Bendungan. Dengan kapasitas tampung 3,3 juta m3 diharapkan sudah terisi sesuai elevasi rencana pada akhir musim hujan 2018-2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Bendungan ini memiliki manfaat untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat dan kegiatan Pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter/detik, suplai irigasi seluas 149 hektare, pengendalian banjir dan pariwisata,” kata Hari.
 
Bendungan Rotiklot Bisa Tampung 3,3 juta Meter Kubik Air
 
Menurut Hari, Pembangunan bendungan Rotiklot yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero) - PT. Universal Suryaprima (KSO) menggunakan dana dari APBN senilai Rp496 miliar.
 
Untuk meningkatkan ketahanan air dan pangan di NTT, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Ditjen SDA secara bertahap meningkatkan jumlah tampungan air di Provinsi NTT.
 
Keberadaan tampungan air seperti Bendungan dan embung sangat penting karena musim hujan di NTT sangat pendek yakni 3-4 bulan.
 
Sebanyak tujuh bendungan dibangun di NTT di mana dua di antaranya sudah selesai yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dan Rotiklot di Kabupaten Belu.
 
Dua bendungan lain yakni Napun Gete di kabupaten Sika dan Temef di Kabupaten Timur Tengah Selatan dalam tahap pembanguan. Satu bendungan dalam tahap persiapan yakni Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang yang akan dimulai pada 2019.
 
Bendungan Rotiklot Bisa Tampung 3,3 juta Meter Kubik Air
 
Kementerian PUPR juga merencanakan pembangunan dua bendungan baru lainnya yakni Bendungan Mbay/Lombo di Kabupaten Nagekeo dan Bendungan Kolhua di Kota Kupang.
 
Turut hadir Setdijen SDA Muhammad Arsyadi, Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II NTT Agus Sosiawan, serta Kepala Balai Jalan Nasional X NTT Kupang Muktar Napitupulu.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif